Script Untuk Check Nama Domain Otomatis

Om Matty membuat script domain expiration check. Bisa didownload di http://prefetch.net/code/domain-check . Fungsi utamanya adalah untuk mengecek tanggal expired dari sebuah atau beberapa domain. Tetapi dengan sedikit editan, script ini bisa beralih fungsi untuk mengecek beberapa nama domain secara otomatis dan akan memberitahu via email jika nama domain tersebut available untuk didaftarkan. Sangat berguna daripada harus menggunakan jasa backorder icon biggrin Script Untuk Check Nama Domain Otomatis

Menjalankan Perintah Secara Otomatis Dengan cron

Fungsinya seperti judul di atas. Caranya dengan masuk ke console lalu ketik

crontab -e

Lalu masukkan perintah yang ingin kamu jalankan. Misalkan saja

<br />
0 2 * * * /usr/local/cpanel/bin/backup

Dengan penjelasan kode di depan perintah sebagai berikut

* * * * * command to be executed
- - - - -
| | | | |
| | | | ----- Day of week (0 - 7) (Sunday=0 or 7)
| | | ------- Month (1 - 12)
| | --------- Day of month (1 - 31)
| ----------- Hour (0 - 23)
------------- Minute (0 - 59)

Optimalisasi Apache

Ada beberapa modul Apache yang harus diaktifkan untuk mengoptimalisasi keamanan web server.

  1. Masuk ke WHM – Software – EasyApache
  2. Klik tombol Start customizing based on profile
  3. Pada pilihan Apache Version langsung saja klik Next Step
  4. Pada pilihan PHP Version langsung saja klik Next Step
  5. Pada pilihan Short Options List langsung klik Exhaustive Options List
  6. Pada pilihan  Exhaustive Options List dan centang module-module di bawah ini
    • Fileprotect (untuk mencegah user melihat webroot user lain)
    • Mod SuPHP (untuk mengeksekusi file PHP dengan izin pemilik filenya)
    • Mod Security (module firewall untuk mengantisipasi berbagai serangan)
    • Symlink Race Condition Protection (memproteksi dari serangan symlink)
    • Safe PHP CGI (mencegah user merubah file php.ini
  7. Biarkan pilihan yang lain pada posisi awal lalu klik Save and Build
  8. Setelah selesai akan muncul pilihan Configure PHP and suEXEC, pastikan PHP 5 Handler menggunakan suPHP dan Apache suEXEC dalam kondisi on, tekan tombol Save New Configuration lalu tekan tombol Close.

Memilih Shared Hosting, Reseller Hosting, VPS atau Dedicated Server?

Di dalam dunia web hosting, akan sering dijumpai beberapa istilah yaitu Shared Hosting, Reseller Hosting, VPS dan Dedicated Server. Jika Anda masih baru dalam menggunakan web hosting, mungkin Anda akan dibingungkan dengan pertanyaan pada judul di atas. Saya akan memberikan beberapa informasi yang mungkin akan membantu Anda untuk menentukan pilihan yang tepat.

  • Dedicated server adalah sebuah server yang murni berupa hardware, baik processor, RAM, hard disk dan yang lainnya. Biaya sewa Dedicated server paling mahal dibandingkan yang lainnya karena Anda benar-benar menyewa 1 server murni.
  • VPS atau Virtual Private Server adalah server virtual yang biasanya dibuat di dalam dedicated server. Satu dedicated server bisa menampung beberapa VPS tergantung permintaan pemiliknya. VPS akan membagi resource prosessor, RAM, disk space di dalam dedicated server.
  • Reseller Hosting adalah paket web hosting yang memungkinkan Anda untuk membuat banyak akun web hosting yang bisa Anda jual atau Anda gunakan sendiri. Akun reseller hosting bisa dibuat di VPS atau langsung di dedicated server.
  • Shared Hosting adalah paket yang dibuat oleh Reseller Hosting. Anda bisa mengupload file website Anda di sini. Biasanya bisa menampung lebih dari 1 website (tergantung dengan paket yang ditawarkan penyedia layanan).¬† Shared hosting biasanya harganya paling murah dibanding yang lain.

Shared hosting paling cocok untuk orang yang baru menggunakan web hosting. Tetapi dari segi keamanan, Shared dan Reseller Hosting adalah yang paling rentan diserang. Hal itu karena Anda akan berbagi resource dengan user lain yang websitenya mungkin disusupi seseorang. Penyusup tersebut bisa saja melakukan symlink attack sehingga dia bisa mengakses file konfigurasi di akun Anda. Selanjutnya website Anda bisa jadi target selanjutnya. Dari pengalaman saya pribadi, inilah yang paling sering terjadi. Anda mati-matian mengamankan website Anda tetapi bisa disusupi karena website lain yang satu server dengan anda mempunyai celah keamanan.

VPS atau Dedicated Server bisa menjadi pilihan yang tepat jika Anda menginginkan keamanan dan performa yang lebih tinggi karena Anda tidak perlu berbagi resource dengan user lain atau terkena symlink attack. Tetapi Anda membutuhkan dana yang lebih banyak untuk menggunakan VPS atau Dedicated Server.

Silahkan Anda tentukan sendiri paket apa yang cocok dengan kebutuhan Anda.

cerita sehari-hari seorang Adi Nugroho