Puisi
Fatamorgana
aku hanya rumput kering di pinggir jalan
usang dan terbuang
sebuah cawan berisi embun terbayang
terbayang kan kebahagiaan
semakin mendekat semakin samar
ah, fatamorgana
cawan bertahtakan berlian hanya angan
tinggal menunggu panas terbakar
untuk apa jika tak ada guna
untuk apa jika tak muncul bahgia
hanya gelisah dan isakan yang tertanam
apakah cawan itu benar adanya?
Belum Saatnya
belum
belum saatnya untukku
masih banyak yg harus kulewati tuk itu
sebuah mimpi waktu dulu
tak ada kata jemu
tak ada kata ragu
dan kan kubuktikan mimpi itu tak semu
karna waktu kian memburu
Teh Kotak Indonesia
Teh Kotak Indonesia
(wacanen : tenaga kerja indonesia)
aku mung teh kotak
lamun candhak ciak guwak
sepet rinasa ilat kawak
legi kukus pulung ati katerak
narima lerem watak
gegayuhan telak glagak
sengkud tandang bathi sanak
sengkud ati bathi kricak
sengkud nyawiji balak
satleraman
pegaweyan
panglimunan
geguritan
pakulinan
duh gusti ….
faridrahmanhakim@yahoo.com
Ditulis oleh temen chating gw
Aku menari
Bintang menari
Aku menari
Angin menari
Aku menari
Awan menari
Aku menari
Aku terhenyak
Aku memandang
Aku melayang
Aku terbang
Aku terjaga
Aku memandang
Aku tersadar
Aku di kolong jembatan
Anak Jalanan
Wajah penuh pucat
Menjalar dalam setiap kerat bayang
Mungkin kadang berharap tak kan tercipta
Atau tidak
Jiwa yg kuat
Aura yg terpancar
Tersamar tubuh ringkih kecil
Semangatnya menjalar ke dadaku
Tanpa permisi merogoh hatiku



