Budidaya Udang Vaname Intensif dengan Metode Bioflok

udang vanamePengembangan budidaya udang vaname intensif dengan metode bioflok memang terus digalakkan oleh para penambak udang vaname yang ada di seluruh Indonesia. Pasalnya selain mampu mendukung perkembangan serta tumbuh kembang benih vaname yang ditebar pada kolam, pola pembudidayaan secara intensif dengan metode bioflok ini juga mampu menghemat biaya produksi. Hal ini disebabkan karena peran bioflok adalah sebagai subtitusi pakan bagi udang yang sedang Anda budidayakan.

Meskipun baru beberapa penambak saja yang menerapkan sistem budidaya udang vaname intensif dengan metode bioflok ini. Namun menurut beberapa penelitian, kandungan sumber C karbohidrat (molase) yang ditambahkan memiliki efek yang baik bagi pertumuhan, sintasan serta produksi udang yang dibudidayakan. Lantas bagaimanakah cara pengembangan udang vaname intensif dengan metode bioflok ini? Berikut info selengkapnya untuk Anda.

Tips Sukses Budidaya Udang Vaname Intensif dengan Metode Bioflok

1. Langkah pertama yang hrus di lakukan adalah menyiapkan tambak yang sebelumnya telah ditebari benih udang vaname terlebih dahulu.
2. Untuk melanjutkan budidaya udang vaname intensif dengan metode bioflok ini Anda harus menambahkan sumber C- Karbohidrat (Molase) ke dalam tambak. Namun pastikan bahwa benih udang vaname yang Anda tuju sudah mencapai usia satu bulan dihitung setelah proses penebaran.

3. Setelah usia udang vaname mencapai 1 bulan, barulah Anda bisa menebarkan sumber C Karbohidrat (Molase) pada kolam pengembangan. Proses penambahan sumber C Karbohidart ini dilakukan secara bertahap hingga mencapai dosis 100% dari total biomasa udang vaname yang di budidayakan.

4. Kemudian Anda bisa melanjutkan dengan memberinya pakan dengan takaran 10%-20% banyaknya dari porsi yang seharusnya di berikan. Setidaknya Anda bisa menghemat 2,5% pakan dari total biomasa di minggu ke 4 pemeliharaan

5. Nah untuk menuju hasil panen yang maksimal, Anda bisa mengontrol kualitas air (salinitas, Ph serta oksigen terlarut) setiap hari hingga masa panen tiba.

Caranya yang mudah dan manfaatnya yang banyak bagi para penambak, tak heran jikalau banyak penambak yang justru lebih tertarik mengembangkan budidaya udang vaname intensif dengan metode bioflok ini. Dengan penerapan metode bioflok melalui penambahan sumber C Karbohidrat (Molase) ini memang memiliki tingkat konservasi produksi pakan yang rendah dibandingkan dengan budidaya udang vaname biasa. Bahkan sintasan serta produksi udang dari proses pembudidayaan metode bioflok ini juga terbukti lebih tinggi dan berkualitas. Kualitas baik tersebut juga berdampak pada total haemosit serta prophenol yang dihasilkan saat pembudidayaan yang terbilang lebih tinggi pula.

Meskipun memiliki keuntungan yang banyak dengan hasil yang memuaskan, sayangnya belum banyak penambak konvensional yang menerapkan trik budidaya udang vaname intensif dengan metode bioflok ini. Pasalnya selain minimnya pengetahuan akan metode ini tak ada sosialisasi terkiat metode ini terhadap penambak yang tinggal di daerah pesisir. Oleh karenanya banyak penambak udang vaname yang bertahan dengan metode konvensional yang diketahuinya demi hasil panen yang melimpah.

Nah itulah tadi ulasan mengenai tata cara pembudidayaan udang vaname intensif dengan metode bioflok yang bisa kami informasikan untuk Anda pada kesempatan kali ini. Semoga melalui artikel ini Anda dapat menarik informasi penting serta ilmu pengetahuan dan wawasan baru terkait upaya menciptakan hasil panen yang unggul, berkualitas dan sempurna dengan penerapan metode bioflok tersebut diatas. Selamat mencoba dan terima kasih.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *