Ciri Morfologi Serangga

SeranggaCiri Ciri Serangga (disebut juga insekta) yang paling utama adalah kakinya, dimana semua serangga memiliki kaki berjumlah 3 pasang. Hal inilah yang menyebabkan serangga disebut pula sebagai Hexapoda (dari bahasa yunani, berarti “berkaki enam”).

Serangga ditemukan di hampir semua lingkungan kecuali di lautan. Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi. Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Terdapat 5 ribu spesies bangsa capung (odonata), 20 ribu spesies belalang (Orthoptera), 170.000 spesies kupu kupu dan ngengat (Orthoptera), 120 ribu spesies lalat dan kerabatnya (diptera), 82 ribu spesies bangsa kepik (hemiptera), 360 ribu spesies bangsa kumbang (Coleoptera), dan 110 ribu spesies bangsa semut dan lebah (Hymenoptera).

Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thoraks) dan perut (abdomen). Caput merupakan sebuah konstruksi yang padat dan keras dan terdapat beberapa suture yang menurut teori evolusi caput tersebut terdiri dari empat ruas yang mengalami penyatuan.

Morfologi seranggaThoraks terdiri dari tiga ruas yang jelas terlihat, sedangkan abdomen terdiri dari Sekitar 9 ruas. Caput merupakan kepala serangga yang berfungsi sebagai tempat melekatnya antena, mata majemuk, mata oseli dan alat mulut. Berdaarkan posisi kepala serangga dibedakan menjadi tiga, yaitu hypognathous, prognathous dan ephistognathous. Ciri kepala serangga hypognathous adalah alat mulutnya menghadap ke bawah, contoh serangganya adalah belalang (Acrididae). Sedangkan ciri kepala serangga prognathous adalahalat mulutnya menghadap ke depan, contoh serangganya adalah kumbang (Carabidae) dan ephistognathous apabila alat mulutnya menghadap ke belakang, contoh serangganya adalah semua serangga ordo Hemiptera. (Pedigdo,1989)

Antena serangga berjumlah dua atau sepasang, berupa alat tambahan yang beruas ruas dan berpori yang berfungsi sebagaialat sensor. Bagian bagian antena ialah antenifer, soket, scape, pedicel, mesiston dan flagelum. Bentuk antena serangga sangat bervariasi berdasarkan jenis dan stadiumnya. Mata serangga terdiri dari dua macam yaitu mata majemuk dan mata oseli. Mata majemuk berfungsi sebagai pendeteksi warna dan bentuk, sedangkan mata oseli atau biasa disebut mata tunggal berfungsi sebagai pendeteksi cahaya.

Mata majemuk terdiri dari beberapa ommatidia dan mata tunggal terdiri dari satu ommatidia. Sebagai contoh, mata majemuk capung terdiri 28 ribu ommatidia dan satu ommatidiumnya berukuran sekitar 10 ┬Ám. Serangga makan dengan menggunakan mulutnya. Ada beberapa tipe alat mulut serangga, yaitu penggigit pengunyah, penggigit penghisap, penusuk penghisap, pemarut penghisap, pengait penghisap, pencecap penghisap dan penghisap. Untuk ciri tipe alat mulut serangga ini akan dibahas di artikel lainnya.

Leher serangga merupakan daerah bermembran yang disebut cervix. Pada bagian cervix ini terdapat sepasang cervical sklerit. Sepasang cervical sklerit ini berfungsi sebagai engsel yang menghubungan antara caput dengan thoraks. Pada beberapa serangga cerviks sklerit ini menyatu dengan pleura pada prothoraks. Thoraks adalah bagian yang menghubungkan antara caput dan abdomen.

Thorals serangga terdiri dari tiga ruas yaitu prothoraks, mesothoraks dan metathoraks. Thoraks juga merupakan daerah lokomotor pada serangga dewasa karena pada thoraks terdapat tiga pasang kaki dan dua atau satu pasang sayap (kecuali ordo THysanura tidak bersayap). Thoraks bagian dorsal disebut sebagai notum.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya bahwa kaki merupakan ciri utama serangga. Kaki serangga dewasa berjumah tiga pasang, sedangkan pada fase pradewasa jumlah kakinya sangat bervariasi tergantung spesiesnya. Secara umum kaki serangga terdiri dari beberaparuas yaitu trochantin, coxa, trochanter, femur, tibia, tarsus, pretarsus dan claw.

Tidak terdapat ciri khusus paga bagian kaki serangga, hal ini dikarenakan bentuk kaki serangga dewasa sangat vervariasi berdasarkan fungsinya. Kaki yang digunakan untuk meloncat disebut saltarial, menggali disebut fosorial, berlari disebut kursorial, berjalan disebut gresorial, menangkap mangsa raptorial dan berenang disebut natatorial (Price, 1984).

Sayap capungSayap serangga terdiri dari dua atau satu pasang. Serangga bersayap pada fase dewasa dan pradewasa khusus pada Ephemeroptera yang biasa disebut fase subimago/preimago. Sayap serangga secara umum berupa lembaran yang bervena berfungsi untung terbang. Venasi sayap ini penting untuk diketahui sebagai dasar untuk menentukan spesies serangga tertentu, khususnya bangsa lalat dan tawon.

Sayap serangga bentuknya sangat bervariasi, oleh karena itu entomologist sering menggunakan ciri sayap serangga sebagai dasar untuk menentukan ordo. Sayap depan kumbang sangat tebal dn kuat yang digunakan sebagai pelindung tubuhnya disebut elytra, sayap depan kepik yang separuh bagian basal tebal disebut corium dan selebihnya membran. Sayap depan kepik ini disebut hemelytra, sayap depan kecoa disebut tegmina dan sayap belakang lalat yang disebut halter berukuran sangat kecil berujung membulat berfungsi sebagai alat penyeimbang ketika terbang (Jumar, 2000).

Abdomen serangga merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan, ekskresi dan reproduksi. bdomen serangga terdiri dari beberapa ruas, rata rata 9 – 10 ruas. Bagian dorsal dan ventral mengalami sklerotisasi sedangkan bagian yang menghubungkannya berupa membran. Bagian dorsal yang mengalami sklerotisasi di sebut tergit, bagian ventral disebut sternit dan bagian ventral berupa membran disebut pleura (Nolan,1970).

Itulah sedikit mengenai ciri morfologi serangga, semoga artikel ini bermanfaat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *