Dieffenbachia, Jenis dan Perawatan

DieffenbachiaTanaman ini telah lama populer karena daunnya yang menarik dan kemampuannya  beradaptasi / menyesuaikan diri terhadap keadaan yang kurang menguntungkan di ruangan. Menempatkan dieffenbachia disanding aglaonema di pekarangan rumah anda bisa menjadi pilihan yang menarik karena kedua tanaman hias dari family Araceae ini memiliki daun yang indah. Untuk acara kemerdekaan republik Indonesia yang sebentar lagi ini, anda bisa memilih aglaonema berdaun merah dan dikombinasikan dengan Dieffenbachia yang berdaun putih sebagai dekorasi.

Biasanya mereka tumbuh setinggi 70 cm dengan daun yang menguak menutupi tepi pot. Tanaman yang telah setinggi 120 – 150 cm harus dipotong, sebab mengandung calcium oxalat tinggi yang bersifat racun dan dapat mengakibatan pembengkakan pada kulit manusia, terutama pada anak anak.

Ada 5 Jenis Dieffenbachia yang sering dijadkan tanaman hias di Indonesia, kelimanya memeliki keunikan tersendiri.

  • Dieffenbachia amoena
    Panjang daunnya 30 – 45 cm, lebar 20 – 25 cm. Bentuk daunnya oval dengan ujung meruncing. Warna daun hjau kebiruan dengan bintik bintik putih tak teratur sepanjang sirinya. Tanaman ini sangat toleran jika ditempatkan di dalam ruangan yang kurang cahaya (suram) dan merupakan jenis Dieffenbachia terbesar.
  • Dieffenbachia bausei
    Jenis ini merupakan tanaman hybrid yang berdaun hijau dan terdapat bintik bintik putih di daunnya. Panjang daunnya sekitar 15 – 40 cm dengan lebar 15 – 20 cm.
  • Dieffenbachia exotica
    Jenis Dieffenbachia ini memiliki panjang daun 20 – 25 cm, dengan lebar 10 – 15 cm. Warna daunnya hijau redup dengan bintik bintik putih yang hampir memenuhi daun.
  • Dieffenbachia picta
    Varietas terpopuler dari jenis ini adalah varian Rudolph roehrs. Panjang daun 25 – 30 cm, warnanya hijau muda keemasan denga bintik bintik putih dan garis hijau gelap sepanjang ibu tulang daun dan tepi daun.
  • Dieffenbachia sequine
    Berdaun hijau dengan sedikit bintik bintik putih

Perawatan

  • Cahaya : yang disukai adalah semi naungan / teduh atau lampu yang memberikan 400 footcandles
  • Temperature : malam hari 17,5 – 20 C
    siang hari 22,5 – 27,5 C
  • Kelembaban : tanaman ini sangat toleran pada udara kering maupun lembab. Tanah jangan terlalu basah.
  • Pemupukan : setiap 3 bulan sekali dengan 1/2 dosis pupuk untuk tanaman hias
  • Media : 1/3 bagian tanah, 1/3 bagian pasir, 1/3 bagian pupuk kandang, 1 sendok makan kapur, 1 lapis pecahan batu merah di dasar pot.
    Media perlu diperbarui setelah tanaman setinggi 150 cm, dan pada ketinggian tersebut sebaiknya tanaman dipangkas karena mulai beracun.
  • Perbanyakan : dengan stek batang

Itulah sedikit mengenai tanaman ini, tanaman dieffenbachia memang saat ini harga dan kepopulerannya tidak seperti di awal 2000an walau begitu memiliki  tanaman ini sebagai hiasan rumah baik indoor atau outdoor bisa menjadi pilihan anda.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *