Dinding Sel Bakteri

bakteriDinding sel bakteri itu sangat tipis, namun dinding inilah yang memberikan bentu tertentu pada bakteri. Dinding ini dapat diperlihatkan dengan teknik pewarnaan tertentu, atau dengan mengusahakan terjadinya plasmolisis pada sel bakteri.

Tebal dinding sel pada bakteri berkisar antara 10 sampai 35 nm, namun ada juga spesies bakteri yang memilik dinding sel amat tebal. Dinding sel merupakan bagian nyata dari berat kering total sel. Bergantung kepada spesies serta kondisi pembiakannya, dinding sel dapat mencapat 10 sampai 40 persen dari berat kering organisme yang bersangkutan. Dinding sel bakteri penting artinya bagi pertumbuhan dan pembelahan. Kecuali mikoplasma, semua bakteri mempunyai dinding sel yang kaku.

Isolasi fragmen fragmen dinding sel

Telah dikembangkan beberapa teknik laboratorium yang diguakan oleh para peneliti untuk mengisolasi kepingan kepingan dinding sel dari bahan seluler lainnya. Para ilmuwan telah menganalisis susunan kimiawi bahan dinding sel dari keterangan ini mereka dapat menentukan komponen penyusun dinding sel tersebut.

Komponen penyusun dinding sel bakteri sangat penting dalam membedakan bakteri dari protista lainnya dan juga dalam membedakan satu kelompok bakteri dari kelompok bakteri lainnya.

Penyusun Dinding Sel Bakteri

Sebagaimana kita ketahui dinding sel merupakan struktur sel bakteristruktur sel bakteri yang berfungsi memberikan bentuk terhadap bakteri. Hal ini disebabkan kakunya dinding sel dan yang menyebabkan kakunya dinding sel adalah peptidoglikan. Polimer (molekul besar yan terdiri dari unit unit yang diulang ulang) yang amat besar ini terdiri dari tiga macam senyawa yaitu N-asetilflukosamin (AGA), asam N-asetilmuramat (AAM) dan suatu peptida yang terdiri dari empat atau lima asam amino, yaitu L-alanin, D-alanin, asam D-glutamat dan lisin atau asam diaminopimelat. Dinding sel yang utuh juga mengandung komponen kimiawi lainnya seperti asam tekoat, protein, polisakarida, lipoprotein dan lipopolisakarida yang terikat pada peptidoglikan.

Peptidoglikan bersama sama dengan dua komponen lain dinding sel, yaitu asam diaminopimelat dan asam tekoat, hanya di jumpai pada prokarita. Namun susunan kimiawi serta struktur peptidoglikan bervariasi dari satu spesies bakteri ke spesies bakteri yang lain. N-asetilglukosamin dan asam N-asetilmuramat merupakan komponen yang selalu ada, namun ada keragaman asam asam amino yang ada dan pada sifat ikatan antara asam asam amino ini.

Penemuan penting lain yang dieroleh selama berlangsungnya identifikasi kimiawi idinding sel ialah bahwa beberapa dari asam asam amino di dalam peptide pada peptidoglikan terdapat dalam konfigurasi D. Ini berlawann dengan penampilannya di dalam protein, yaitu dertapat konfigurasi L.

Dinding Sel Bakteri Gram Positif dan NegatifDinding sel bakteriSebagaimana telah kita ketahui bahwa salah satu identifikasi bakteri adalah dengan menggunakan pewarnaan gram. Pewarnaan gram didasarkan pada struktur dan komposisi dinding sel bakteri yang bisa dibedakan menjadi dua macam yaitu gram positif dan negatif.

Dinding sel bakteri gram negatif mengandung lipid, lemak atau substansi seperti lemak dalam presentase lebih tinggi daripada yang dikandung bakteri gram positif. Dinding sel bakteri gram negatif juga lebih tipis daripada dinding sel bakteri gram positif. Bukti bukti percobaan menyatakan bahwa selama prosedur pewarnaan, perlakuan dengan etanol (alkohol) terhadap bakteri gram negatif menyebabkan terekstrasinya lipid sehingga memperbesar daya rembes atau permeabilitas dinding sel gram negatif. Jadi kompleks ungu kristal yodium (kristal ungu violet) yang telah memasuki dinding sel selama langkah awal pewarnaan, dapat diekstraksi. Karena itu bakteri gram negatif akan kehilangan warna tersebut. Karena kandungan lipidnya yang lebih rendah, dinding sel bakteri gram positif menjadi terdehidrasi selama perlakuan dengan etanol, ukuran pori pori mengecil, permeabilitas berkurang dan kompleks kristal yodium tidak dapat terekstrasi.

Perbedaan Gram Positif dan Negatif

Perbedaan kedua jenis bakteri ini dapat dirangkum menjadi sebagai berikut :

Struktur dinding sel :
– gram Positif tebal (15 – 8 nm), berlapis tunggal
– gram negatif tipis (10 – 15 nm), berlapis tiga (multi)

Komposisi dinding sel :
– gram positif kandungan lipid rendah (1-4%), peptidoglikan ada sebagai lapisan tunggal dan merupakan komponen utama dinding sel, merupakan lebih dari 50% berat kering dari beberapa spesies bakteri
– gram positif kandungan lipid tinggi (11-22%), peptidoglikan ada di dalam lapisan kaku sebelah dalam, jumlahnya sedikit dan merupakan sekitar 10% berat kering sel

Sensitifitas terhadap penisilin :
– gram positif : sensitif
– gram negatif : kurang sensitif

Pertumbuhan dihambat oleh zat zat warna dasar, misalnya kristal ungu violet :
– gram positif : pertumbuhannya dihambat dengan nyata
– gram negatif : pertumbuhannya tidak begitu dihambat

Pengaturan nutrisi :
– gram positif : relatif rumit pada banyak spesies
– gram negatif : relatif sederhana

Resistensi terhadap gangguan fisik :
– gram positif : lebih resisten
– gram negatif : kurang resisten

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *