Ekosistem Karst

Ekosistem KarstEkosistem karst bentuknya sangat bervariasi, hal ini dikarenakan berbagai variasi bentuk luar maupun bentuk dalam kawasan karst yang membuka peluang terjadinya berbagai macam kombinasi tingkat kekeringan tanah, lembab nisbi udara serta kuat cahaya dan lama pencahayaan matahari, sebagai contoh :

  1. Di puncak bukit karst, air berada jauh di bawah permukaan batuan, lembab nisbi relatif rendah, pencahayaan matahari penuh (sekitar 12 jam per hari)
  2. Di lorong lorong terbuka (arah lorong utara – selatan), di dekat mulut gua kadang kadang air berada di dekat permukaan, lembab nisbi relatif tinggi, hampir sepanjang hari hanya menerima cahaya sedikit, penyinaran matahari penuh hanya terjadi disekitar jam 12 siang
  3. Di dalam sebagian besar gua sama sekali tidak ada cahaya, lembab nisbi tinggi, kandungan oksigen rendah
  4. Tepian sungai bawah tanah dalam keadaan gelap total, lembab nisbi tinggi dan banyak mengandung hara dari kotoran kelelawar dan atau walet.

Sejalan dengan pola hayati dalam mempertahankan kelestarian jenisnya melalui cara membuat variasi, memencar, kemudian mengadu tolerans dari setiap variasi yang ada terhadap tekanan lingkungan di tempat pemencarannya, menyebabkan hampir seluruh ruang yang tersedia di alam terisi oleh berbagai jenis hayati. Kombinasi kombinasi perbedaan mikroklimat tersebut ditambah dengan perbedaan ketebalan tanah menyebabkan jenis tumbuhan yang dapat tumbuh di masing masing tempat pun berbeda sehingga kawasan karst memiliki peluang menjadi kawasan terkaya akan keanekaragaman jenis tumbuhan. Jenis tumbuhan yang terutama dapat tumbuh di daerah ini adalah jenis jeis yang tahan hidup di tempat kering dan atau jenis jenis yag tahan terhadap kuatnya atau justru lemahnya cahaya matahari yang diterimanya. Untuk kelangsungan hidupnya, masing masing jenis tumbuhan perlu dukungan jenis jenis satwa tertentu, baik untuk mengendalikan populasi jenisnya, populasi pesaing dan pengganggunya, membantu penyerbkan berbagai jenis tumbuhan, memencarkan biji maupun menjadi picu terbentuknya bunga dan bahkan merombak sisa sisa kehidupkan yang terjadi di ekosistem karst ni. Seluruh kehidupan yang saling berkaitan ini sepenuhnya didudukung oleh batuan karst dan sebaliknya kanopi kanopi tumbuhan, serasah serta jenis perombak yang ada di dalamnya menjalankan fungsinya menahan laju air larian sehingga jumlah air yang dapat masuk ke dalam sistem batuan karst menjadi optimal. Selanjutnya, proses karstifikasi dapat berjalan dengan sempurna sehingga terbentuk ekosistem karst. Hasil lain dari penutupan oleh serasah adalah dapat diminimalisirnya erosi. Fungsi karst sebagai akuifer penyedia air baku rumah tangga maupun air untuk pertanian dapat optimal. Hilangnya salah satu komponen komponen penyusun ekosistem karst sangat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistemnya.

Kelebihan Ekosistem Karst

Berbagai tanaman di ekosistem karst ternyata memiliki mutu yang jah lebih baik dari pada yang ditanam di kawasan non karst. Sebagai contoh : jati, berbagai jenis jambu dan cabai. Dengan demikian dibidang pertanian kawasan karst juga melebihan. Namun demikian, mengingat proses karstifikasi selalu memerlukan air, sedangkan ketersediaan air sangat tergantung dengan adanya serasah. Oleh karena itu lahan yang tidak benar benar datar sebaiknya pepohonan yang ditanam dalam pola wanatani (agroforestry) sehngga ketersediaan serasahnya cukup.

Berbagai jenis satwa ternyata memilik kemampuan memanfaatkan pantulan suaranya untuk menentukan jarak di tempat gelap, kemampuan ini dikenal dengan istilah echo – lokasi. Satwa pemilik echo – lokasi tersebut adalah burung walet dan beberapa jenis kelelawar pemakan serangga serta pengendali penyakit, kelelawar penghisap madu yang juga berfungsi membantu penyerbukan berbagai tumbuhan serta kelelawar pemakan buah yang juga berfungsi sebagai pemencar biji serta burung walet yang juga merupakan pemakan serangga. Dengan kemampuan echo – lokasi satwa satwa tersebut lebih aman beristirahat dan berbiah di bagian gua yang gelap, walaupun mereka tetap mencari pakan di luar gua. Jenis jenis satwa yang memiliki pola hidup demikian disebut troglosen. Hilangnya kelelawar pengendali populasi nyamuk dapat memicu terjadinya ledakan penyakit malaria di daerah jelajah kelelawar yang bersangkutan. Oleh karena kelelawar melakukan kegiatan mencari pakan di malam hari maka jenis serangga yang dikendalikan populasinya adalah serangga malam, sedangkan walet yang melakukan kegiatan pada siang hari dapat mengendalikan populasi serangga yang aktif pada siang hari. Berbeda dengan kelelawar yang beranak, untuk berkembang biak walet bertelur sehingga memerlukan sarang. Namun karena harus selalu bersembunyi untuk kepentingan echo – lokasi maka tidak dapat membawa bahan sarang ke dalam gua. Sebagai bahan sarang, walet terpaksa memanfaatkan air liurnya. Ternyata liur walet mengandung berbagai senyawa yang diperlukan sebagai bahan obat bagi manusia. Selain itu, kumpulan kotoran kelelawar dan walet penghuni gua ekosistem karst dikenal sebagai pupuk guano yang diperlukan dalam kegiatan pertanian.

Keanekaragaman hayati yang tinggi memungkinkan ekosistem karst tertentu sepanjang tahun menyediakan makanan bagi manusia, sedangkan beberapa song dapat dimanfaatkan sebagai tempat pemukiman. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika diberbagai kawasan karst dijumpai sisa sisa peninggalan manusia purba. Tempat tempat tersebut saat ini menjadi Pusaka Budaya yang merupakan peninggalan budaya, sejarah, arkeologi, paleontologi, paleo-antropologi, adat maupun tradisi manusia purba. Tempat tersebut saat ini dapat dikembangkan sebagai tujuan pariwisata budaya.

Kerentanan Ekosistem Karst

Sebagaimana batuan gamping, batuan pada ekosistem karst juga memiliki bahan utama senyawa kalium karbonat CaCO3. Pada saat terbentuknya, komponen penyusun karst saling memiliki kerekatan yang kuat, namun jika sekali terpisah daya rekatnya menjadi hilang sama sekali. Oleh karena itu, batuan karst disebut sebagai batuan rawan rusak atau rentan. Demikian banyak potensi yang tersimpan di kawasan karst, namun begitu rentannya kawasan ini. Oleh karenanya memanfaatkan ekosistem karst harus sangat hati hati.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *