Hama dan Penyakit Tanaman Padi

Tanaman padiTanaman padi merupakan tanaman kultur terpenting yang dipunyai oleh umat manusia, sebab lebih dari manusia memanfaatkan padi sebagai makanan. Jadi, padi dapat dikatakan sebagai sumber karbohidrat yang utama bagi manusia.

Di dalam pertumbuhannya, padi mempunyai tiga tahapan pertumbuha. Tahap pertama disebut masa persemaian yaitu masa perkecambahan atau masa pembibitan tanaman. Tahap kedua disebut masa vegetatif yaitu masa pembentukan tunas dan daun. Tahap ketiga adalah masa generatif yaitu masa pembentukan bunga dan biji atau bulir.

Pada tahap ketiga pertumbuhan padi ini, hama dan penyakit padi biasanya menyerang. Untuk itu dibutuhkan kejelian dari petani terhadap keadaan tanaman yang dibudidayakannya, sehingga apabila terjadi sesuatu akan cepat diketahui dan cepat mengambil tindakan pengendalian.

Hama Padi

Hama padi kepinding tanah.jpg

Kepinding tanah

Dalam menghadapi serangan hama dan penyakit padi ini, tentunya hal yang paling penting yang dibutuhkan adalah sikap kewaspadaaan setiap saat dari para petani dalam mengelola lahannya. Para etani harus mengetahui terlebih dahuu, tahapan pertumbuhan tanamannya dan jenis hama atau penyakit apa yang menyerang tersebut, sehingga akan relatif mudah di dalam menentukan jenis pengendalian yang akan diterapkan. Sebagai contoh, apabila petani sudah mengetahui jenis hama yang biasanya menyerang di persemaian, tentunya akan lebih mudah di dalam menentukkan jenis pestisida, fungisda atau virusida yang akan digunakan dalam mencegah serangan tersebut. Dengan demikian perlakuan yang akan diterapkan tidak akan sia sia. Hal ini memang dibutuhkan modal pengalaman dan pengetahuan dari para petani untuk dapat mengelola lahannya dengan baik. Karena apabila keliru dalam mengambil tindakan, maka akan muncul hama atau penyakit baru yang justru akan menimbulkan masalah baru.

Ada jenis hama padi yang hanya menyerang pada tahapan pertumbuhan tertentu, ada pula yang dapat menyerang di semua tahapan pertumbuhan. Sebagai contoh, jenis hama yang dapat menyerang tanaman padi di ketiga tahapan yaitu hama tikus. Bahkan hama tikus ini, pada masa bera oun yaitu masa tanah tidak ditanami, hama tikus ini tetap masih kelihatan berkeliaran. Hama yang satu ini memang agak sulit untuk diatasi. Salah satu penyebabnya adalah waktu berkembang biak dari tikus ini sangat cepat dan banyak menghasilkan keturunan, sehingga dalam pembasmiannya selalu menghadapi kendala.

Disamping hama tikus, masih ada juga hama lain yang dapat menyerang tanaman padi di dua tahapan pertumbuhan, yaitu di masa persemaian dan masa vegetatif. Hama tersebut adalah jenis lalat. Adapun sasaran penyerangannya kebanyakan pada bagian daun dan batang.

Secara garis besar jenis jenis hama padi di masa persemaian adalah tikus (Rattus argentiventer), penggerek batang (scarponaga sp), lalat bibit (Athergona exigoa) dan lalat daun (Hydreilla philippina). Sedang hama yang menyerang tanaman padi di masa vegetatif adalah tikus, hama putih (Nymphula depunctalis), hama putih palsu (Cnaphalocrosis medinalis), penggerek batang, kepinding tanah (Scotinophara sp), lalat daun, lalat bibit, ulat grayak (Spodoptera mauritia), ganjur (Orseolia oryzae), wereng punggung putih (Sogatella tercitera), wereng hijau (Nephottetix sp) dan lundi (Phyliophaoa helleri).

Untuk hama padi yang menyerang tanaman di masa pertumbuhan generatif adalah tikus, wereng cokelat, wereng punggung putih, wereng hijau, kepinding tanah, penggerek batang, lundi dan walang sangit.

Penyakit Padi

Penyakit adi

Tanaman Padi yang terserang penyakit bias

Seperti halnya hama padi, jenis penyakit yang menyerang padi pun untuk tiap tahapan pertumbuhan berlainan satu sama lain. Penyakit yang sering menyerang tanaman padi di masa persemaian, jarang menyerang tanaman di masa vegetatif atau masa generatif. Salah satu conth penyakit yang sering menyerang di masa persemaian adalah penyakit rebah kecambah atau penyakit damping off, Penyakit tanaman yang disebabkan cendawan jenis Phythium sp.

Keunikan dari penyakit ini adalah tidak hanya dapat menginfeksi tanaman padi saja, melainkan hampir semua tanaman dapat terserang dan daerah sasaran infeksinya adalah khas yaitu di daerah pangkal batang. Gejala penyakit yang ditimbulkan antara lain ditandai dengan adanya pembusukan pada daerah pangkal batang, kemudian diikuti dengan rebahnya tumbuhan atau tanaman.

Apabila tanaman padi sudah terinfeksi penyakit tersebut, tidak ada cara lain selain mencabut tanaman tersebut yang kemudian membakarnya. Hal ini dilakukan agar tanaman yang sehat tidak tertular. Sebab apabila tidak dilakukan pembakaran, maka spora dari jamur tersebut akan tetap hidup dan mengontak tanaman sehat dan akan menimbulkan infeksi baru.

Di dalam lahan pertanian, apabila satu tanaman telah terinfeksi penyakit rebah kecambah ini, maka akan cepat menjalar ke tanaman sehat yang lain dan biasanya berakhir dengan kematian tanaman. Penyebaran penyakit padi ini sangat cepat dari satu lahan ke lahan yang lain dan sulit untuk dikendalikan. Untuk itu, diharapkan para petani perlu ekstra waspada terhadap tanaman padinya pada tahap pertumbuhan ini. Karena apabila tanaman muda sudah terserang, maka pupuslah sudah harapan untuk mengenyam hasil.

Dari banyak penyakit tanaman adi, apabila dilihat dari penyebab penyaktnya, maka jenis penyebabnya akan berbeda beda. Ada penyebab yang berasal jenis virus tumbuhan misalnya penyakit tungro dan kerdil rumput yang menyerang tanaman pada masa persemaian. Kemudian penyebab penyakit lain yaitu dari golongan jamur atau cendawan. Ada dua fase pertumbuhan yang diserang oleh golongan ini, yaitu pada masa persemaian dan masa vegetatif. PPenyakit yang menginfeksi tanaman padi pada masa persemaian adalah penyakit rebah kecambah, sedangkan penyakit yang menginfeksi pada masa vegetatif adalah penyakit bias yang disebabkan jamur Pyricularia oryzae, penyakit bercak coklat daun yang disebabkan oleh jamur Drechslera oryzae dan penyakit hawar pelepah daun yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani.

Jenis penyebab penyakit adi lainnya selain jamur dan virus adalah dari golongan bakteri. Bakteri ini juga menyerang dua fase pertumbuhan tanaman padi yaitu pada masa pertumbuhan vegetatif dan masa generatif. Penyakit padi yang disebabkan oleh bakteri dan menginfeksi pada masa pertumbuhan vegetatif adalah penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae, sedangkan penyakit yang menginfeksi tanaman di masa pertumbuhan generatif adalah penyakit garis merah yang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. Disamping itu masih ada beberapa penyakit padi lain yang disebabkan oleh bakteri, diantaranya penyakit bias atau penyakit busuk leher, penyakit bercak coklat daun, penyakit busuk malai dan penyakit busuk pelepah daun bendera.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi

Mengingat begitu banyaknya hama dan penyakit yang mungkin dapat menyerang tanaman padi, diharapkan petani betul betul selalu waspada terhadap serangan tersebut yang sewaktu waktu dapat terjadi. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mencegah timbulnya atau meluasnya serangan hama dan penyakit tanaman padi, yaitu :

  1. Memerhatikan rotasi atau pergiliran tanaman
    Hal ni penting, karena dengan menerapkan sistem pergiliran tanaman pada suatu lahan akan mencegah pertumbuhan hama atau penyakit tertentu
  2. Melakukan pengelolaan lahan dan memonitor lahannya di samping memperhatikan lingkungan sekitar hingga masa panen tiba. Hal ini penting karena apabila sewaktu waktu timbul gejala dan serangan hama segera dapat diatasi.
  3. Apabila dalam masa tanam, tanaman padi terserang hama atau penyakit, hendaknya secepatnya mengambil tindakan. Apabila tanaman padi yang terserang belum begitu banyak, maka tindakan yang diambil berupa pencabutan tanaman dan membakarnya. Sedangkan apabila tanaman padi yang terserang sudah mencapai 10 – 25 persen, sebaiknya dilakukan pengendalian dengan bahan kimia yang sesuai.
  4. Disamping langkah langkah tersebut diatas, langkah lain yang juga perlu dilakukan dan tidak kalah pentingnya adalah para petani seharusnya selalu berkoordinasi dengan petani lain lewat kelompok taninya, juga dengan para penyuluh pertanian atau penyuluh lapangan dan dinas pertanian setempat, sehingga diharapkan dengan langkah ini petani selalu mendapatkan informasi terbaru. Informasi tersebut mungkin berkaitan dengan cara cara pencegahan penyakit, cara pengendalian maupun informasi yang bermanfaat lainnya untuk pengelolaan lahannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *