Hama Nematoda Pada Tanaman dan Pengendaliannya

Hama NematodaHama nematoda termasuk kedalam golongan hewan melata, hewan ini mempunyai ukuran yang sangat beragam yaitu mulai dari 1 mm hingga lebih dari 1 m. Beberapa ribu jenis nematoda telah ditemukan baik itu sebagai penghuni tanah pertanian maupun non pertanian.

Dalam satu hektar tanah yang cukup subur dapat dihuni lebih dari 100 juta nematoda. Nematoda tidak hanya terdapat di tanah saja, tetapi bisa berada dalam air tawar dan air laut. Nematoda yang menjadi hama biasanya nematoda yang berukuran kecil, karena ukurannya yang kecil ini nematoda bisa masuk ke dalam tubuh tanaman dan berada di seluruh bagian tanaman seperti kuntum, bunga, batang atau buah.

Tidak semua jenis nematoda merupakan hama, nematoda yang bukan merupakan hama ini embantu petani dengan mempercepat pembusukan bahan bahan organik menjadi humus  dan nematoda non hama ini ada yang gemar memakan bakteri penyebab penyakit pada tanaman. Antara nematoda yang menjadi hama dan tidak ini bisa saling bermusuhan.

Cara Nematoda Menyerang Tanaman

Nematoda memulai serangannya dengan merusak bagian luar dari akar saja atau masuk ke dalam jaringan dibawahnya. Akibatnya ialah dapat berbentuk pembusukan basah. Kerusakan tersebut dapat diteruskan oleh bakteri maupun endawan.

Nematoda dapat memasuki akar tanpa membawa akibat pembusukan. Kehadirannya di dalam jaringan akar, mengakibatkan akar membentuk bintil bintil atau akarnya benjol benjol tidak merata. Kerusakan pada akar yang diteruskan ke bagian atas dapat mengakibatkan pertumbuhant taaman menjadi kerdil dan akhirnya mati.

Penyebarluasan Nematoda

Nematoda berkembang biak melalui telur yang ditempatkan di mana saja. Mereka bertelur sambil bergerak, pokokya asal terlurnya sudah keluar. Karena kecilnya ukuran telur ini, setiap butiran tanah dapat berisikan telur dari nematoda ini, telur nematoda biasa disebut sebagai cyste.

Dengan sarana tanah yang dibawa manusia maupun hewan, nematoda dapat berpindah kemana mana. Dari satu desa ke desa lain hingga dari satu negara ke negara lain. Bibit dalam bentuk cangkokan, okulasi maupun umbi umbian dapat saja membawa nematoda didalamnya. Selanjutnya air irigasi, air yang mengakibatkan erosi, maupun pemindahan pupuk kandang merupakan sarana yang efisien untuk penyebaran nematoda.

Pengendalian Hama Nematoda

Bilamana lingkungannya memberikan peluang yang baik untuk berkembang biak, mengendalikan serangan hama nematoda tidaklah mudah. Apalagi di Indonesia ini, di mana obat obatan untuk membasmi nematoda masih sukar didapat dan mahal harganya. Dalam menghadapi nematoda hendaknya tindakan kultur teknis lebih diutamakan. Selanjutnya menanam jenis jenis tanaman yang kebat atau resisten terhadap nematoda perlu dilakukan.

Sebenarnya sudah ada pestisida yang dapat menghambat pertumbuhan nematoda yang bernama nematosida. Dalam perdagangan nematosida ini diberi nama dagang DD Nemagon dan lainnya. Sayangnya masih sedikit petani yang menggunakannya dikarenakan mahalnya harga.

Selain penggunaan nematosida pengendalian hama nematosida bisa dilakukan dengan penanaman rabuk hijau. Rabuk hijau Crotalaria usaramuensis, merupakan leguminosa yang sangat tidak disukai oleh hama nematoda seperti Heterodera marioni. Dengan menanam rabuk hijau ini maka populasi nematoda hama akan terhambat. Sebaliknya rabuk hijau Tephrosia vogelii merupakan tanaman inang yang sangat disukai nematoda. Maka penanaman Tephrosia vogelii di sekitar lahan pertanian anda berarti akan mempertinggi populasi hama ini.

Penanaman Tephrosia vogelii dalam jumlah sedikit (1-2) biasanya dapat digunakan sebagai petunjuk apakah lahan pertanian sudah terjangkit hama H. marioni atau belum. Bilamana tanah sudah terdapat banyak hama ini maka terbentuklah bintil bintil akar yang panjang, sedangkan bila bintilnya agak bulan dan putih berarti masih terdapat sedikit hama ini.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *