Jenis Nyamuk dan Bahayanya

nyamukNyamuk merupakan jenis serangga yang menjadi vektor dalam penularan penyakit dan masalah kesehatan. Memang tidak semua jenis nyamuk berbahaya, paling tidak ada 4 jenis nyamuk yang menjadi penyebar penyakit yaitu Anopheles, Culex, Mansonia dan Aedes.

Nyamuk Anopheles

Genus Anopheles ini dikenal sebagai vektor penyakit malaria, jenis nyamuk ini juga berperan sebagai vektor filariasis. Di dunia ini terdapat lebih kurang 200 spesies Anopheles, 60 spesies diantaranya dinyatakan sebagai vektor penyakit.

Telur Anopheles mudah dibedakan dengan lainnya, karena sangat khas yaitu punya pelampung di kiri kanannya, sehingga telur Anopheles selalu terapung. Pada stadium larvanya juga has karena tidak ditemukan siphon. Pada spesies tertentu dilengkapi dengan kipas palmae, tergal plate dan spiracle.

Bahayanya

Di Indonesia ditemukan sebanyak 20 spesies Anopheles, 17 diantaranya berperan sebagai vektor, yaitu : An. sundaicus, An. barbirostris, An. balabacensis, An. maculatus, An. koliensis, An. negerimus, An. sinensis, An. fiavirositris, An. karwari, An. letferi, An. barbumbrosus dan An. ludlowi sedangkan empat spesies berikut ini disamping sebagai vektor malaria juga bertindak sebagai vektor filarial, yaitu : An. aconitus, An. subpictus, An. farauti dan An. puntulatus. Sedangkan An. bracofti hanya bertindak sebagai vektor filarial saja dan tidak malaria.

Nyamuk Culex

Nyamuk yang termasuk dalam genus ini penyebarannya merata di daerah tropis. Bentuk telurnya mudah dibedakan dengan telur nyamuk lainnya, karena telur Culex menyerupai peluru senapan. Pada stadium jentik mengandung bulu bulu siphon (siphonial turf) dan pecten. Pada siphon terdappat pula gigi sisir (comb teeth). Tipe segmen analnya dengan pelana (sadle) tertutup.

Sementara pada genus lainnya misalnya Aedes pelana terbuka. Morfologi nyamuk dewasa mempunyai tanda tanda sebagai berikut panjang belalai melebihi panjang palpusnya, tidak memiliki rambut post dan pre spiracle, ruas akhir perut tumpul, bulu sayap (scale) sempit panjang.

Bahayanya

Sebagai vektor cacing filaria Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan B. timori. Culex yang dapat bertindak sebagai vektor utama filarial bancrofi adalah Cx. quinquifasciatus, Cx. annulirostris dan Cx. bitaeniorhynchus.

Mansonia

Nyamuk ini lebih senang untuk menghisap darah binatang sekalipun ia juga menghisap darah manusia. Nyamuk Mansonia menggigit pada malam hari (nocturnal) walupun juga menggigit pada siang hari jika suasana pada saat itu teduh. Nyamuk ini lebih senang di luar rumah (out door) dibanding di dalam rumah (in door). Tempat istirahatnya pada keteduhan tanaman dan rumput. Kepadatan nyamuk ini sesuai dengan curah hujan. Jarak terbangnya antara 1-4 km. Morfologi dari nyamuk ini adalah sebagai berikut : telur diletakan saling berlekatan dan membentuk rakit. Telur diletakkan di bawah pemukaan daun tumbuhan air, misalnya enceng gondok, semanggi, genjer dan kubis kubisan. Ciri khas dari jentik nyamuk ini adalah adanya kait (saw) yang berguna untuk mengambil oksigen, mempunyai pentil pernafasan, antena jentik mempunyai cambuk yang berbulu pendek. Habitat jentik pada rumput dan tanaman air sebagai tempat perindukan nyamuk ini Kepompong memiliki terompet pernafasan yang mengeras dan kuat, sehingga mampu masuk ke dalam akar. Sedangkan morfologi nyamuk dewasa khas pada sayapnya diengkapi dengan bulu yang haus, asimetrik gelap terang.

Bahayanya

Nyamuk ini menularkan penyakit filarial. Nyamuk Mansonia uniformis sebagai vektor filariasis malayi. Sedangkan jenis nyamuk Mansonia indiana, Mansonia dives dan Mansonia bonnae dapat menjadi vektor filarial Brugia malayi.

Nyamuk Aedes

Nyamuk ini merupakan salah satu yang paling terkenal karena banyaknya kasus demam berdarah. Nyamuk Aedes cukup mudah dikenali melalui ciri-ciri fisiknya, antara lain ukuran tubuh nyamuk dewasa sedang serta dihiasi segmen segmen, noda noda atau garis garis dengan scale (ssik) berwarna putih yang mencolok sehingga nampak warna dasar hitam dengan belang belang putih seperti berpita putih. Pada tarsi terdapat dua atau lebih gelang putih yang lebar setidaknya pada satu pasang kakinya. Probosis (belalainya) secara keseluruhan berwarna gelap berbentuk agak silinder dan lurus (kecuali Aedes vitatus dengan sisik berwarna kekuning kuningan). Nyamuk ini berkembang biak pada air jernih dan tidak mau bertelur pada air yang menyentuh tanah.

Dikenal ada beberapa spesies dari genus ini, tetapi yang paling menonjol adalah dua spesies yaitu Aedes albopictus dan Aedes aegypti karena keduanya merupakan vektor penyakit demam berdarah, chikungunya dan juga penyakit kuning (yellow fever).

Siklus Hidup Nyamuk Aedes

Telur Aedes diletakkan pada tepi dinding penampungan air atau genangan air (biasa disebut container) satu per satu. Tempat perindukan atau tempat perkembangbiakan di dalam rumah seperti tempayan, tong, drum, bak mandi,  jamban bunga sedangkan yang diluar rumah bisa di tempat minum burung, accu bekas, ban mobil, kaleng bekas dan lain lain. Telur berukuran kecil, berwarna hitam berbentuk lonjong. Setelah menetas, jentik mengalami tiga kali pelupasan kulit atau mempunyai empat instar. Jentik instar keempat mempunyai ukuran kurang lebih 7 x 4 mm, mempunyai pelana terbuka dan satu pasang bulu siphonm selanjutnya jentik akan menjadi pupa (kepompon). Dari pupa akan muncul nyamuk dewasa, nyamuk dewasa jantan dan betina akan berkopulasi dan kemudian nyamuk betina akan mencari / menghisap darah manusia untuk pematangan telurnya. Nyamuk akan bertelur dan telur telur tersebut akan diletakkan pada dinding dinding kontainer. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan dari telur sampai  menjadi dewasa adalah kurang lebih 10 hari sedangkan jarak terbang nyamuk dapat mencapai kira kira 30 meter dari tempat perindukannya.

Bahayanya

Nyamuk ini merupakan vektor utama penyakit demam berdarah. 2 jenis nyamuk ini Aedes albopictus danAedes aegypti menjadi penyebar dari virus dengue yang mengakibatkan penyakit demam berdarah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *