Klasifikasi Bakteri Secara Sederhana

Klasifikasi bakteriKlasifikasi bakteri secara sederhana bisa dilakukan dengan 4 cara yaitu berdasarkan letak flagel,  bentuk luar, reaksi gram dan ketahanan asam. Keempat tehnik sederhana ini paling tidak sudah bisa mengetahui famili dari bakteri yang diuji.

Klasifikasi bakteri berdasarkan letak flagel

Berdasarkan tempat terdapatnya flagel pada tubuh bakteri, bakteri dapat dibagi menjadi :

  1. Monotrichate (monotrika), yaitu : apabila flagel pada bakteri hanya terdapat pada satu sisi (ujung) saja.
  2. Ampitricate (amfitrikal), yaitu : apabila flagel pada bakteri terdapat pada kedua ujungnya.
  3. Lapotricate (lapotrika), yaitu apabila bakteri memiliki satu berkas flagel ( 1 berkas terdiri atas banyak flagel).
  4. Peritrichate (peritrika), yaitu apabila flagel pada ujung ke ujung pada setiap sisi.
  5. Non motile atau atrichate (atrika), yaitu apabila bakteri jenis ini tidak memiliki atau terdapat flagel sama sekali.

Klasifikasi bakteri berdasarkan bentuk luar

Berdasarkan bentuk luar (morfologi)nya, bakteri mempunyai empat macam bentuk dasar, yaitu : spherial /  coccus (bulat), bacilus (lonjong), spiral dan square (persegi). Selain itu ada juga bakteri pleomorfi, yaitu satu jenis bakteri yang mempunyai bentuk bermacam macam. sebagai contoh bakteri asam cuka (Acetobakteria) dapat berbentuk seperti gada atau berbentuk tidak teratur.

Pada kajian lebih mendalam tentang bentuk bakteri, dikenal ada bentuk bentuk yang merupakan modifikasi dari 4 bentuk dsar sebagaimana diatas. Misalnya bentuk dasar Coccus termodifikasi menjadi Micrococcus (terdiri dari coccus yang kecil kecil), Diplococcus (terdiri dari coccus yang berpasang pasangan), Sarcina (terdiri dari 4 coccus). Begitu pula dengan bentuk bentuk lain dapat mengalami modifikasi.

Klasifikasi bakteri berdasarkan reaksi gram

Prinsip kerja reaksi gram adalah berdasarkan atas pewarnaan pada sel. Pewarnaan sel merupakan suatu proses yang drastis dan dapat menghasilkan perubahan perubahan yang tidak alamiah. Sifat zat warna yang digunakan terdiri atas gram gram. Zat warna asam tidak mewarnai sel sel, sedangkan zat warna basa akan mewarnai secara merata.

Prinsip kerja pewarnaan gram tersebut berdasarkan modifikasi dari Hcker, sebagai berikut :

  1. Rekatkan sediaan dengan pemanasan, di atas api
  2. Tutupi sediaan dengan kristal ungu selama satu menit
  3. Cuci dengan air dan jangan menggunakan kertas / tissue untuk mengeringkannya. Biarkan saja kering dengan sendirinya
  4. Tutupi  tetesi dengan iodium selama satu menit
  5. Cuci lagi, dengan cara seperti pada nomor 3
  6. Hilangkan warna dengan menggerak gerakkan secara hati hati dalam campuran aceton (30%) dan alkohol (70%) selama 10 sampai dengan 30 detik
  7. Cuci lagi, dengan cara seperti pada nomor 3
  8. Tutup dengan safranin (25 %) dalam alkohol selama 10 sampai dengan 30 detik.
  9. Kemudian dicuci dengan air

Klasifikasi bakteri berdasarkan gram merupakan hasil dari pewarnaan ang ditunjukkan, dari hasil akhir : Apabila hasil akhir menunjukkan wara biru keunguan, berarti bakteri tersebut adalah gram positif (+) dan apabila hasil akhir menujukkan warna merah, berarti bakteri tersebut adalah gram negatif (-).

Selain pewarnaan gram,  ada beberapa pewarnaan lain yang dapat digunakan untuk  mengidentifikasi bakteri, yaitu :

  • Pewarnaan negatif. Prinsip pewarnaan ini adalah mewarnai latar belakang sel dengan zat warna asam, sehingga sel tersebut tidak berwarna. Metode ini dimaksudkan untuk mendasari atau berfungsi sebagai warna dasar bagi sel atau struktur bakteri yang sukar diwarnai secara langsung, contoh dari zat warnanya adalah Nigrasin.
  • Pewarnaan flagel. Pewarnaan ini juga sebagai pewarnaan pedahuluan / dasar. Flagel dan sususannya dapat dilihat dengan pemberian suspensi koloidal dan garam garam asam folat. Pewarnaan berikutnya dengan fuchsin base yang akan menyebabkan flagel tersebut dapat dilihat dengan mikroskop.
  • Pewarnaan inti (pewarnaan khusus inti). Pewarnaan ini digunakan apabila kita ingin melihat inti sel atau bagian bagiannya, sebab inti sel dapat diwarnai dengan pewaraan feulgen. Bahkan dengan cara ini kita dapat melihat DNAnya.
  • Pewarnaan spora. Diantara sifat spora bakteri, yaitu tidak terwarna oleh pewarna biasa, sebab dinding spora tidak dapat ditembus oleh zat warna biasa kecuali jika dipanaskan terlebih dahulu, kemudian spora diwarnai dengan hijau malakhit atau fuchsin.

Klasifikasi bakteri bersadarkan ketahanan asam

Yang dimaksud dengan bakteri tahan asam adalah bakteri yang mamu mempertahankan zat warna karbol fuchsin. Karbol fuchsin adalah fuchsin base yang dilarutkan dalam campuran fenol-alkohol-air, zat warna ini tetap bertahan sekalipun dicuci dengan asam hidroklorida dalam alkohol. Sebagai contoh bakteri tahan asam adalah mycobakterium, dalam pewarnaan ini bakteri akan berwarna merah sedangkan lainnya akan sesuai dengan kontras. Jadi berdasarkan sifat tahan ini bakteri bisa dibagi menjadi dua yaitu Bakteri Tahan Asam (BTA) dan Bakteri Tidak Tahan Asam (BTTA).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *