Lahan Gambut di Indonesia

Lahan GambutLahan gambut merupakan bagian dari lahan rawa. Adhi dan Tafakresnanto (1992) serta Subagyo (1997) mendefinisikan lahan rawa sebagai lahan yang menempati posisi peralihan di antara daratan dan sistem perairan. Lahan ini sepanjang tahun atau selama waktu yang panjang dalam setahun selalu jenuh air (waterlogged) atau tergenang.

Oleh karena selalu tergenangnya lahan rawa ini maka bahan organik seperti daun dan ranting yang berguguran dari tanaman yang hidup di laha ini tidak bisa terdekomposisi yang akhirnya mengakibatkan menumpuknya material material material organik tersebut. Jika ketebalan material organik yang menumpuk telah mencapai ketebalan yang lebih dari 50 cm, maka lahan rawa ini disebut sebagai lahan gambut.

Pembentukan lahan gambut di beberapa daerah pantai Indonesia diperkirakan dimulai sejak zaman glasial akhir, sekitar 3.000 Р5.000 tahun yang lalu. Proses pembentukan gambut pedalaman bahkan lebih lama lagi, yaitu sekitar 10000 tahun yang lalu (Brady dalam Murdiyarso et al,2004). Seperti gambut tropis lainnya,  gambut yang ada di Indonesia dibentuk oleh akumulasi residu vegetasi tropis yang kaya kandungan lignin dan selulosa. Karena lambatnya proses dekomposisi, di ekosistem gambut masih dapat dijumpai batang, cabang dan akar tumbuhan yang besar.

Hutan yang tumbuh di lahan gambut yang disebut sebagai hutan gambut. Karena menumpuknya material organik yang ada di tanah tersebut, hutan gambut sangat mudah terbakar apalagi jika musim kemarau berkepanjangan.

Indonesia meruapakan negara ke-4 dengan lahan gambut terluas yang ada di Dunia. Kanada menjadi negara terluas yang memiliki gambut seluas 170 juta hektare. Disusul Rusia (150 juta hektare), Amerika Serikat (40 juta hektare) kemudian Indonesia dengan 14,9 juta hektare.

Berdasarkan hasil perhitungan Ritung et al (2011) secara spasial total lahan gambut di 3 pulau utama yaitu Sumatera, Kalimanta dan Papua adalah 14.905.574 hektare.  Yang terluas terdapat di pulau sumatera yaitu seluas 6.436.649 hektare dengan luasan berimbang antara kedalaman dangkal (50-100 cm) sampai sangat dalam (>300 cm). Sebaran gambut terluas terdapat di pulau Sumatera tepatnya di Provinsi Riau, kemudian Sumatera Selatan dan Jambi.

Lahan gambut di Kalimantan luasnya adalah sebesar 4.778.004 hektare, denga kedalaman dangkal sampai sangat dalam hampir merata. Provinsi Kalimantan tengah memiliki gambut terluas di kalimantan yang mencapai 2.644.438 hektare, selanjutnya provinsi kalimantan barat memiliki dengan luas 1.046.483 hektare. Provinsi kalimantan timur hanya memiliki sekitar 332.365 hektare dan kalimantan selatan sebesar 106.271 hektare.

Pulau Papua memiliki lahan gambut sekitar 3.690.921 hektare, didomoniasi gambut dangkal (50-100 cm) yaitu sekitar 2.425.523 hektare, gambut sedang (100 – 200 cm) seluas 817.651 hektare dan gambut dalam (200-300 cm) seluas 447.747 hektare. Provinsi terluas dengan lahan gambut di Papua adalah provinsi Papua seluas 2.644.438 hektare atau 71,65% dari total lahan gabut yang ada di Pulau Papua,, sedangkan di Provinsi Papua Barat terdapat sekitar 1.046.483 hektare atau 28,35% dari luas total gambut Pulau Papua.

Pulau Jawa sendiri yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, memiliki luas gambut yang sangat kecil bahkan banyak orang tidak mengetahui adanya gambut di Pulau Jawa. Karena luas gambut yang ada di pulau jawa hanya sekitar 3.000 hektare saja. Gambut di Pulau jawa terdapat di daerah Rawa Lebok, Ciamis provinsi Jawa Barat. Kemungkinan dulunya gambut di Pulau Jawa luasnya lebih dari ini, hanya saja karena banyak lahan yang sudah dibuka dan dijadikan pemukiman menyebabkan hanya tersisa 3.000 hektare saja.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *