Media Pertumbuhan Bakteri

Media pertumbuhan bakteriBakteri dapat dibiakkan dalam media pertumbuhan bakteri. Untuk dapat memilih media pertumbuhan degan baik, media dan kondisi fisik bakteri haruslah dapat menjawab pertanyaan berikut ini :

  1. Apakah bakteri yang diisolasi itu aerob atau anaerob?
  2. Apakah spesimen mengandung bakteri autotrofik atau heterotrofik?
  3. Apakah spsimen itu mengandung organisme termofilik, mesofilik atau psikofilik?

Penyiapan Media Pertumbuhan Bakteri

Untuk kepentingan pembiakan dan pertumbuhan bakteri sangat diperlukan media. Media yang bersifat alamiah (bersifat komplek), misalnya susu skim. Untuk media yang seperti ini, tidaklah banyak masalah, namun harus dituangkan pada tempat yang sesuai dan harus disterilkan sebelum digunakan. Sedangkan media yang dalam bentuk kaldu nutrien atau media yang mengandung agar, cara penyiapannya dengan melarutkan atau menambah air pada media (yang sudah merupakan produk komersial) yang biasanya berbentuk bubuk dan sudah mengandung semua nutrient yang diperlukan. Air sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan pengembangbiakan, karena air merupakan pengantar semua bahan gizi, selain itu air pula akan membuang semua zat zat yang tidak diperlukan sehingga keluar dari sel serta memperlancar metabolisme.

Untuk media yang tidak alamiah (media sintetik) disimpan dengan cara sebagai berikut :

  1. Setiap komonen atau media terhidrasi yang lengkap, dilarutkan dalam air suling dengan volume yang sesuai.
  2. pH medium fluida ditentukan dan disesuaikan dengan cara menggunakan indikator.
  3. Media dituangkan pada tempat yang sesuai.
  4. Tempat tersebut disumbat dengan kapas atau dengan tutup yang lain.

Masalah Yang Penting Untuk Diperhatikan Dalam Pertumbuhan Bakteri

  1. Banyaknya zat gizi bagi mikrobia dapat berubah menjadi penghambat pertumbuhan atau dapat bersifat racun jika konsentrasinya tinggi (dinaikkan).
  2. Pada media sering terjadi perubahan pH (Konsentrasi ion H) secara mendadak disebabkan adanya akumulasi bahan metabolik organik yang beracun sehingga perlu adanya penyangga/buffer maupun karbonat yang tidak dapat larut, misalnya : KH2PO4 dan K2HPO4
  3. Sering terjadinya endapan media setelah sterilisasi, disebabkan oeh adanya kation dan fosfat tertentu seperti besi dan kalsium.
  4. Persediaan CO2 sering jadi masalah terutama bagi bakteri fotoautotrof dan kemoautotrof. Walaupun terjadi difusi O2 dari CO2 dan udara ke media pertumbuhan, tetapi konsentrasi CO2 sangat rendah, yaitu hanya 0,03%. Pemecahan masalah ini dengan cara membesarkan karbondioksida pada media salah satunya dengan penambahan NaHCO3. Ada juga dengan menaruh media pertumbuhan bakteri pada kondisi udara khusus dimana udara ini sengaja diberikan gas karbondioksida cukup tinggi yaitu 1-5%.

Untuk pembiakan bakteri (fotoautotrofik) seperti bateri fotosintetikternyata cahaya merupakan salah satu hal yang penting pula. Penyediaan cahaya yang diiringi dengan pengendalian suhu bukanlah hal yang mudah. Cahaya buatan bisa menjadi solusi daripada cahaya matahari, sebab cahaya matahari terlalu tinggi intensitasnya. Salah satu cara penyediaan cahaya adalah dengan menggunakan kotak yang dipasang lampu pijar di dalamnya, sementara suhu dapat dikendalikan dengan ventilasi atau AC.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *