Metode Pemeriksaan Parasit Melalui Sampel Feses

Metode pemerksaan parasitPemeriksaan parasit pada hewan melalui sampel feses merupakan metode yang paling umum digunakan oleh puskeswan (pusat kesehatan hewan), hal ini dikarenakan pemeriksaan menggunakan feses ini murah dan mudah.

Pemeriksaan melalui sampel feses ini dapat mendeteksi berbagai parasit yang ada di dalam tubuh hewan khususnya bagian pencernaan. Hal ini karena parasit yang berasda di saluran pencernaan biasanya telur atau larvanya akan keluar dari tubuh hewan yang terinfeksi melalui feses.

Koleksi Sampel

Hal pertama yang perlu anda perhatikan dalam pemeriksaan sampel feses adalah cara mengoleksi sampelnya. Pengambilan sampel ini tidak boleh feses yang sudah lama, apalagi jika sudah keluar beberapa hari sebelumnya. Biasanya kalau demikian, hasil yang didapatkan sudah tidak akurat lagi karena tropozoit protozoa ataupun telur nematoda biasaya sudah tidak ada di dalam feses.

Penyimpanan Sampel

Jika tidak langsung diperiksa, sampel harus dimasukkan ke dalam kulkas hingga saat akan diperiksa. Penyimpanan sampel tidak boleh di dalam freezer karena telur parasit biasanya akan rusak jika sudah beku.

Untuk identifikasi parasit protozoa, sampel tidak boleh disimpan terlalu lama dan maximal hanya 1 jam setelah pengambilan. Jika terpaksa anda bisa mengawetkannya dengan memberi larutan polyvinyl alcohol (PVA) yang berguna mengawetkan tropozoit protoza. Untuk pemeriksaan telur cacing di sampel feses, sampel harus diberi 5-10% formalin.

Pemeriksaan Sampel Feses

Ada 3 metode yang biasa digunakan untuk memeriksa sampel feses yang diduga terdapat parasit yaiitu metode pengapungan, metode pengendapan dan metode baermann test. Biasanya metode pengapunganlah yang paling banyak digunakan dalam pemeriksaan sampel feses.

  1. Metode Pengapungan
    Dalam pemeriksaan menggunakan metode pengapungan di gunakan larutan yang memiliki massa jenis yang berat, semakin berat masa jenis larutan yang digunakan semakin baik dalam mengapungkan telur parasit. Tetapi jika masa jenis larutan terlalu tinggi maka banyak debris yang akan ikut terapung. Larutan yang sering digunakan adalah Sodium klorida yang diencerkan sehingga masa jenisnya 1,20. Hal ini dikarenakan larutan ini mudah dan murat untuk didapatkan. Sodium klorida mampu mengapungkan telur cacing dan sista protozoa.
    Pemeriksaan sampel feses menggunakan metode pengapungan sangat mudah yaitu siapkan larutan dan masukkan ke dalam cawan, masukkan sampel feses yang telah dicairkan dengan perbandingan 10 gram feses dengan 100 ml air dan kemudian diamati didalam mikroskop.
  2. Metode Pengendapan
    Metode pengendapan ini kebalikannya dari metode pengapungan. Metode ini biasanya digunakan untuk mengamati telur cacing trematoda dan beberapa jenis cacing pita yang tidak mengapung dengan metode pengapungan biasa. Larutan yang biasa digunakan dalam metode ini adalah etil asetat dan Flukefinder. Penggunaan etil asetat haruslah hati hati karena cairan ini mudah terbakar.
    Pemeriksaan sampel feses menggunakan  metode ini dilakukan dengan mencairkan feses terlebih dahulu dengan air, biasanya 10 gram feses dicairkan dalam 100 ml air. Kemudian sampel yang telah diencerkan terseut disaring dengan kertas saring dan dibiarkan selama sekitar 1 jam. Bagian supernatan pada sampel dibuang lalu kembali ditambahkan 100 ml air, lakukan lagi penyaringan seperti prosedur sebelumnya. Setelah dilakukan 3 x penyaringan tambahkan sampel dengan methylene blue 0,1% kemudian diaduk hingga merata. Teteskan sampel pada slide lalu diamati di mikroskop.
  3. Metode Baermann Test
    Metode ini biasa digunakan untuk mendeteksi parasit cacing paru paru. Penggunaan metode ini harus digunakan untuk sampel feses yang segar maksimal 12 jam. Bila sampel sudah lama dikhawatirkan ada cacing tanah yang masuk ke feses sehingga bisa berakibat kesalahan dalam identifikasi. Selain itu sampel feses yang telah lama juga berarti telur cacing yang ada di dalamnya kemungkinan besar telah menetas dan larva bisa jadi telah keluar meninggalkan feses.
    Metode Baermann test ini menggunakan alat yang berfungsi memegang feses di dalam air, sehingga larva akan bermigrasi keluar dari feses dan dapat diambil. Biasanya metode ini menggunakan gelas berwarna ungu anggur dan lidi/tusuk gigi diatasnya yang ditempatkan melintang.

Itulah 3 metode pemeriksaan parasit melalui sampel feses yang bisa digunakan, semoga artikel ini bermanfaat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *