Metode Penanaman Bakteri

Penanaman bakteriUntuk mempelajari metode penanaman bakteri, maka selain dibahas cara menanam bakteri juga dibahas tentang media yang digunakan untuk menanamnya. Perlu diketahui bahwa berdasarkan jenisnya media pembiakan untuk bakteri itu terbagi menjadi tiga macam, yaitu Padat (solid), setengah padat (semi solid) dan cair (liquid). Biasanya di laboratorium mikrobiologi, wadah untuk menumbuhkan bakteri dikenal dua macam bentuk tempat yaitu bentuk petridis (cawan) dan tub (tabung reaksi).

Dalam penanaman bakteri ini Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri juga perlu diperhatikan, agar bakteri yang ditanam bisa tumbuh dengan baik.

 Cara Penanaman Bakteri Berdasarkan Jenis Media

Seperti yang telah kita bahas diatas, media/medium untuk pembiakan bakteri dikenal ada tiga macam yaitu padat, semo sold dan cair. Tiga jenis media ini bisa ditanam sesuai tempat yang tersedia dan tujuan penanaman.

1. Pembiakan pada media padat

Pembiakan pada media padat terdiri dari media padat berbentuk plate (diwadahkan dalam petridish) dan media padat dalam tabung.

Penanaman pada media padat berbentuk plate

Penggunaan cara dengan media padat ini bertujuan untuk menyebarkan koloni bakteri dan spesimen merata pada permukaan plate, sehingga bakteri mudah dipisahkan atau diisolasi satu dengan yang lainnya.

Secara garis besar cara kerjanya sebagai berikut :

  • Ose disterilkan dengan cara dibakar di atas api / lampu spirtus (lampu bunsen) atau api gas sampai membara kemudian dicelupkan ke alkohon supaya dingin. Selain ose, dapat juga digunakan lidi kapas yang telah disterilkan.
  • Setelah ose dingin, ose digunakan untuk mengambil spesimen kemudian dipulaskan pada salah satu ujung permukaan media.
  • Ose kemudian disterilkan dengan dibakar dan dicelup alkohol, lalu pulaskan lagi tempat yang pertama tadi dengan digores goreskan lagi ke kanan. Hal ini supaya bakteri menyebar dan terbentuk koloni yang terpisah.
  • Ose disterilkan dengan dibakar, dikembalikan ke tempatnya. Media segera dimasukkan ke inkubator 37 C selama 24 jam.

Pembacaan untuk pembiakan media plate

Hasil penanaman pada media padat berbentuk plate, berupa koloni bakteri yaitu kumpula bakteri yang tumbuh dan berkembang pada media tersebut.

Untuk pembacaan ciri ciri koloni dapat diperhatikan petunjuk sebagai berikut :

  • Ukurannya : Dapat disebutkan diameternya (dalam milimeter) atau dengan istrilah kecil sekali, kecil, sedang, besar dan besar sekali.
  • Permukaannya : smooth (halus), rough (kasar), ceung, cembung, berglanula dan sebagainya.
  • Bentuknya : Bulat, bergelombang, berbagi, menjalar.
  • Sifatnya : Mucoid (berlendir), haemolitis, anhaemolitis dan haemodigestis

Penanaman pada media padat di dalam tabung

Tujuan penanaman pada media padat di dallam tabung antara lain untuk memperbanyak bakteri yang kemudian akan diidentifikasi atau hanya untuk identifikasi saja. Biasanya bakteri yang ditanam di media tabung ini sudah merupakan bakteri murni.

Adapun cara penanaman bakteri pada media ini adalah sebagai berikut :

  • Dengan Ose yang sudah steril, diambil bakteri yang akan ditanam.
  • Tabung dibuka tutupnya, mulut tabung kemudian dibakar sebentar selanjutnya ose yang ada bakterinya digores goreskan secara zigzag pada permukaan media.
  • Mulut tabung kembali dibakar, kemudian mulut tabung ditutup kembali lalu ose dibakar lagi.

Pembacaan hasil pada media padat di dalam tabung

Pembacaan hasil pada media padat di dalam tabung itu tergantung kepada media yang ditaaminya. Apabila untuk memperbanyak koloni, hanya dilihat apakah ada pertumbuhan atau tidak, tetapi apabila diperlukan untuk identifikasi, maka dilihat ada tidaknya koloni bakteri yang tumbuh atau ada perubahan warna pada media atau tidak (untuk media identifikasi). Selain itu pastikan juga tidak ada kontaminan yang tumbuh pada media.

2. Penanaman pada media semi solid

Tujuan dari penanaman bakteri dengan media semi cair ini pada umumnya untuk melakukan identifikasi bakteri. Adapun cara melakukan penanamannya adalah sebagai berikut :

  • Dengan ose yang steril, diambil bakteri yang telah ditanam secukupnya.
  • Tutup tabung dibuka, mulutnya dibakar kemudian ose ditusukkan sampak dasar tabung.
  • Mulut tabung dibakar kembali, ditutup lagi dan ose dibakar sampai berpijar.

Pembacaan pada media semi solid

Dilihat apakah ada pertumbuhan bateri pada bekas tusukan atau tidak, ada tidaknya perubahan warna. Apabila perlu ditambah dengan reagen tertentu untuk mengetahui terbentuknya suatu zat.

3. Penanaman pada media cair

Penanaman bakteri dengan media cair bertujuan untuk memperbanyak atau dalam media khusus bisa untuk mengidentifikasi bakteri, misalnya penanaman nutrien broth yang merupakan media umum digunakan untuk memperbanyak bakteri. Adapun cara penanamannya adalah sebagai berikut :

  • Dengan ose yang steril diambil bakteri yang akan ditanamkan.
  • Tutup tabung media dibuka kemudian mulutnya dibakar sebentar. Selanjutnya ose yang sudah berisi bakteri tersebut digoreskan pada dinding tabung media bagian dalam sehingga terkena cairan media.
  • Mulut tabung dibakar sebentar, kemudian ditutup kembali dan osenya dibakar supaya steril kembali.

Pembacaan hasil penanaman media pada media cair

Apabila untuk mengetahui ada tidaknya pertumbuhan bakteri, cukup dilihat apakah media menjadi keruh atau tidak. Apabila media menjadi keruh, maka bakteri itu tumbuh, tetapi apabila media itu jernih atau tidak ada perubahan, berarti bakteri itu tidak tumbuh. Sedangkan apabila untuk mengidentifikasi biasanya ada indikatornya sehingga terjadi perubahan warna bila ada pertumbuhan bakteri yang  dimaksudkan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *