Morfologi dan Klasifikasi Udang Vaname

udang vanameKlasifikasi udang vaname secara lengkap berdasarkan ilmu taksonomi (sistem penggolongan hewan berdasarkan bentuk tubuh dan sifat sifatnya) adalah sebagai berikut :

Klasifikasi Udang Vaname

Filum : Arthropoda
Sub Filum : Mandibulata
Kelas : Crustacea
Sub Kelas : Malacostraca
Ordo : Decapoda
Sub Ordo : Dendrobrachiata
Famili : Penaidae
Genus : Litopenaeus
Spesies : Litopenaeus vannamei

Udang Vaname atau dikenal juga dengan nama udang putih merupakan jenis udang yang banyak di sekitaran pantai utara jawa. Udang ini disebut dengan nama Vaname karena nama ilmiahnya vannamei dan lidah orang indonesia akhirnya memanggilnya dengan nama vaname. Jenis udang ini merupakan salah satu spesies yang paling sering dibudidayakan di Indonesia.

Morfologi Udang Vaname

Morfologi udangUdang ini memiliki tubuh yang dibalut kulit tipis keras dari bahan chitin berwarna putih kekuning kuningan dengan kaki berwarna putih. Karena warna tubuh udang vaname yang berwarna putih kekuningan ini maka spesies ini sering juga disebut orang jawa sebagai udang putih. Tubuh udang vaname dibagi menjadi dua bagian besar, yakni bagian :

  1. cephalothorax yang terdiri atas kepala dan dada
  2. Abdomen yang terdiri atas perut dan ekor

Cephalothorax dilindungi oleh kulit chitin tebal yang disebut juga dengan karapas (carapace). Bagian cephalothorax udang vaname ini terdiri atas lima ruas kepala dan delapan ruas dada, sementara tubuhnya (abdomen) terdiri atas enam ruas dan satu ekor (telson).

Ciri morfologi lain dari udang ini adalah bagian depan menjorok yang merupakan kelopak kepala yang memanjang dengan bagian pinggir bergerigi yang disebut juga dengan rostrum (cucuk). Bagian rostrum ini bergerigi dengan 9 gerigi pada bagian atas dan dua gerigi pada bagian bawah. Sementara itu, di bawah pangkal kepala terdapat sepasang mata.

Fisologi

Udang putih dengan pertumbuhan normal mempunyai laju pertumbuhan panjang 1,43 mm/hari dan pertumbuhan berat 0,28 gram/hari. Udang putih memiliki habitat asli pada dasar perairan yang cenderung berlumpur dengan kedalaman 0 – 72 meter, hidup di muara (estuari) pada saat juveniles dan di laut pada saat dewasa dengan ukuran panjang total maksimum 230 mm dan panjang kerapas maksimum 90 mm (Holthuis,1980)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *