Nematoda Jaringan Yang Menjadi Parasit Manusia

Penyakit Filariasis

Penyakit Filariasis yang disebabkan oleh nematoda jaringan

Nematoda jaringan yang menjadi parasit pada manusia diantaranya adalah Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Ketiga jenis cacing nematoda tersebut menyebabkan penyakit filariasis.

Secara umum siklus hidup nematoda jaringan ini di mulai dari Nyamuk (culex dan anopheles) yang bertindak sebagai penular (vektor) menghisap darah manusia. Jika nyamuk tersebut mengandung miklofilaria (stadium L3), maka saat itu miklofilaria tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit yang dilukai oleh nyamuk. Kemudian miklofilaria tersebut akan ke saluran dan kelenjar lymphe, melepaskan sarungnya dan kemudian tumbuh menjadi larva stadium L4 dan kemudian menjadi cacing dewasa. Cacing dewasa ini akan menghasilkan miklofilaria yang kemudian pindah dari kelenjar limphe dan masuk ke aliran darah.

Jika orang ini, digigit nyamuk (vektor) lain, berarti mikrofilaria terhisap oleh nyamuk tersebut. Di dalam tubuh nyamuk, miklofilaria menembus lambung (midgut) nyamuk, kemudian mikrofilaria pindah ke otot dada nyamuk. Kemudian miklofilaria menjadi L1, dalam waktu kurang lebih satu minggu mengalami pertumbuhan menjadi L2. Dalam jangka sepuluh hari mikrofilaria akan berubah kulit dan bentuknya menjadi kurus, disebut L3. Setelah menjadi L3, miklofilaria pindah ke abdomen, lalu pindah ke kepala dan belalai (probosis) nyamuk. Nyamuk tersebut, jika mengigit manusia akan memindahkan parasit ini ke tubuh manusia yang lain, demikian seterusnya.

Gejala Klinis

Gejala klinis filariasis antara satu daerah dengan daerah lainnya mungkin agak berbeda. Tetapi secara umum dapat ditandai dengan pembesaran bagian dari badan secara abnrmal sebagai akibat penyumbatan di daerah saluran / sistem lymphe, biasanya tangan, kaki atau alat kelamin.

Cacing nematoda jaringan dewasa yang hidup di dalam sistem lymphatic, menyebabkan inflammation, firosis dan obstruction dan karakteristik dari pembesarannya dan ketebalan kulitnya. Tanda tanda kerusakan yang terjadi oleh cacing dapat lebih besar oleh infeksi bakteri dan jamur. Ada kemungkinan sembuh dan dapat dibantu dengan operasi.

Pencegahan filariasis ini dengan mengendalikan populasi nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan bakteri dan jamur agar tidak menginfeksi.

Wuchereria bancrofti

Wuchereria bancroftiIndonesia endemis cacing ini, misalnya di kalimantan, terdapat pula secara luas di daerah beriklim tropis di seluruh dunia.  Cacing dewasa jantan dan betina hidup di saluran dan kelenjar limfe. Bentuknya halus seperti benang dan berwarna putih susu.

Hospes cacing Wuchereria bancroti adalah manusia. Cacing filaria yang dewasa berukuran 40 mm  x 0,1 mm untuk jantan dan 65 – 100 mm x 0,25 mm untuk betina. Cacing betina mengeluarkan mikrofilaria yang bersarung, dengan ukuran 250 – 300 mikro meter.

Brugia malayi

Brugia malayiHostpes cacing nematoda ini adalah manusia walaupun bisa juga menyerang kucing, kera dan beberapa hewan vertebrata lainnya. Penyebaran B. timori di indonesia bagian timur. Morfologi cacing Brugia malayi bersarung, mempunyai 2 inti terpisah pada ujung ekor. Ukuran cacing betina dewasa 55 x 0,16 mm dan jantan dewasa 22 x 0,09 mm, sedangkan larvanya 200 – 260 mikro meter.

Brugia timori

Brugia timoriCacing nematoda jaringan ini mempunyai ukuran 21 – 29 x 0,1 mm untuk betina dewasa dan 13 – 23 mm x 0,08 untuk jantan. Sedangkan ukuran mikrfilaria 280 – 310 mikro meter.

Nyamuk yang dapat menularkan (sebagai vektor) adalah Anopeles barbirostris, Mansonia sp dan Culex sp.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *