Nematoda Usus Parasit Manusia

Nematoda usus merupakan salah satu kelompok dari filum nematoda yang menjadi parasit. Sebenarnya, tidak semua nematoda usus menjadi parasit manusia ada juga yang menjadi parasit pada hewan. Tetapi pada artikel ini akan saya fokuskan ke spesies yang dapat menyerang manusia saja.

Ascaris lumbricus – Cacing Gelang

cacing gelangPenyakit yang ditimbulkan oleh cacing Ascaris lumbricoides adalaah Ascariasis. Ukuran dari cacing ni antara 10 – 30 cm untuk jantan, sedangkan pada betina mempunyai ukuran antara 22 – 35 cm. Cacing ini kemampuan reproduksinya luar biasa karena mampu bertelur sebanyak 100 – 200 ribu per hari.

Patologi dan Gejala Klinis

Pada saat larva di paru paru akan muncul gejala batuk, demam dan eosinifilia. Apabila disebabkan oleh cacing dewasa gejala klinis yang akan muncul seperti mual, nafsu makan berkurang dan diare. Pada saat terjadi infeksi yang berat maka akan menyebabkan manusia yang diinfeksi cacing nematoda ini kekurangan gizi, cacing ini sering menggumpal di dalam usus dan akan menimbulkan obstruksi usus (ileus).

Diagnosis

Diagnosis untuk infeksi cacing nematoda usus ini dengan pemeriksaan feses secara langsung. Adapun pengobatan pada enderita dapat diberikan obat seperti dipreasin, parental pamoat dan mebendazol serta sejenisnya.

Strongylodes stercoralis dan Oxyrus vermicularis

Nematoda ususKedua jenis cacing nematoda ini hospesnya adalah manusia. Penyakit yang disebabkan oleh cacing Strongylodes stercoralis disebut Strongyloidiasis. Kedua cacing ini terdapat di mana mana atau bersifat kosmopolitan. Di Indonesia kurang lebih 15% penduduknya terinfeksi cacing ini. Adapun ukuran dari cacing ini adalah kurang lebih 2 mm.

Perkembangbiakan cacing ini diduga secara partehogenesis. Telur cacing akan menetas dalam usus sehingga pada tinja terdapat larva Rhabditioform, kemudian di dalam tanah larva ini akan tumbuh menjadi larva filariform (bentuk infektif0 atau menjadi bentuk bebas. Cacing jantan dan cacing betina kemudian akan menjadi Rhabditiform kembali.

Gejala

Gejala yang terdapat pada penderita akibat infeksi cacing ini adalah creeping eruption (cutaneous larva mgrans) sedangkan cacing dewasa akan menyebabkan kelainan pada mukosa usus halus sehingga dapat menyebabkan kematian pada manusia. Adapun pengobatan pada penderita ini biasanya dilakukan dengan memberikan Thiabenazol.

Trichuris trichiura – Cacing cambuk

Cacing cambukCacing Trichuris trichiura lebih dikenal dengan nama cacing cambuk. Penyakit yang ditimbulkan oleh cacing ini disebut Trichuriasis atau Trihocephaliasis. Adapun sifat umum dan morfologi dari cacing ini adalah sebagai berikut : ukuran cacing jantan berukuran kurang lebih 3 – 4,5 cm sedangkan cacing betina berukuran lebih besar yaitu 3,4 – 5 cm. Bentuk telur dari cacing ini adalah berbentuk seperti tempayan dan berukuran kurang lebih 50 x 22 mikron kemudian telur akan menjadi matang setelah berumur 3 – 6 mingg. Tanah yang baik untuk perkembangan cacing ini adalah tanah hangat, basah dan teduh. Sedangkan penyebaran bagi cacing ini adalah pada daerah hutan dan sub tropik. Di Indonesia, prevalensi masyarakat yang terinfeksi nematoda usus ini masih sangat tinggi, biasanya cacing ini menyerang pada anak anak. Adapun pola penularan dari cacing ini sama dengan askariasis.

Cacing tambang (Necator americanus, Ancylostoma duodenale)

Yang disebut dengan cacing tambang bukan hanya satu spesies tapi dua, yaitu Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. Hospes cacing tambang ini adalah manusia dan cacing ini dapat menyebabkan penyakit Nekatoriasis dan ankylostomiasis. Cacing nematoda ini banyak menyebar pada daerah yang dilalui khatulistiwa, oleh sebab itu di negara kita Indonesia cacing ini banyak ditemukan dan menginfeksi manusia. Cacing tambang betina berukuran 9 – 11 x 0,4 mm sedangkan pada jantan berukuran kurang lebih 7 – 9 x 0,3 mm. Adapun ciri khas yang terdapat pada cacing ni adalah memiliki bursa kopulatrik.

Patologi dan Gejala

Gejala klinis pada penderita sangat tergantung pada jenis spesies dan besarnya jumlah cacing serta keadaan gizi penderita sebelum sakit. 1 ekor Necator americanus dapat menyebabkan kehilangan darah pada penderita sebesar 0,1 cc per hari sedangkan satu ekor Ancylostoma duodenale dapat menyebabkan kehilangan darah pada penderitanya 0,06 – 0,34 c per hari sehingga dapat menyebabkan anemia dan eosinofilia.

Pengobatan

Pengobatan bagi penderita ini, yaitu dengan pemberian obat  piranteal pamoat (combatrin dan pyrantin) atau membendazol (vermox dan vermona).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *