Pengertian Karst

KarstPengertian Karst

Karst adalah bagian dari batuan gampinng yang sebagian bahan penyusunnya relatif mudah larut kedalam air. Tingkat kelarutan penyusun batuan karst ke dalam air berbeda beda, tergantung pada bentuk senyawa penyusunnya serta sifat fisik maupun kimiawi air yang melarutkannya.

Perbedaan kadar oksigen, keasaman serta suhu air merupakan faktor faktor yang cukup penting dalam menentukan tingkat kelarutan. Sebaliknya, berubahnya faktor faktor fisika – kimiawi air dapat memberi peluang menyublimnya kembali komponen komponen yang terlarut. Sisa sisa proses pelarutan serta hasil penyubliman komponen terlarut merupakan apa yang saat ini dapat dilihat pada bentang alam karst. Pada bagian luar bentang alam karst terlihat bentuk tower dan conical, lembah dan lorong lorong terbuka serta song (gua horisontal yang lebar tetapi tidak dalam), sedangkan di bagian dalam seringkali terlihat adanya gua, stalaktit – stalakmit dan kadang kadang sungai di dasar batuan karst.

Terbetuknya Gua di Kawasan Karst

Hal yang cukup menarik di kawasan karst adalah adanya gua gua. Gua gua yang ada di kawasan karst ini terbentuknya diawali dari ketersediaan air di kawasan karst, kemudian terbentuknya jaringan saluran air berukuran kapiler yang saling berhubungan. Oleh gaya beratnya, air cenderung terkumpul di bagian bawah saluran saluran air sehingga di bagian atas relatif kering. Di tempat tempat yang tersusun oleh senyawa yang paling mudah larut, ukuran salurannya menjadi lebih besar dan lebih besar lagi sehingga dapat terbentuk rongga besar. Jika saluran keluarnya air dari sistem ini kecil karena melalui senyawa yag sulit larut di dalam air maka dalam satuan waktu yang sama jumlah air yang keluar akan lebih sedikit dari pada air yang masuk. Akibatnya, jumlah air yang terkumpul (selama musim hujan) lebih banyak dari pada yang keluar (dalam waktu yang sama) maka akan terdapat banyak air yang terjebak. Tempat terjebaknya air menjadi tempat tersimpannya air atau akuifer.

Di beberapa tempat, air yang terjebak belum habis tersalurkan sampai musim hujan berikutnya tiba. Tempat keluarnya air seringkali berada di daratan, bahkan di sekitar pemukiman, dan dikenal sebagai mata air yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan atau irigasi pertanian. Rusak atau dirusaknya bagian bawah jaringan air, baik oleh alam maupun kegiatan manusia (misalnya kegiatan penambangan), dapat menyebabkan jumlah air yang keluar dari sistem ini lebih besar dari pada yang masuk sehingga fungsi karst sebagai penyimpanan air menjadi hilang. Rongga saluran saluran berukuran besar di dalam batuan karst, yang tidak lagi terisi air, dikenal sebagai gua. Pada saat ini masih sangat banyak akuifer maupun gua yang belum diketahui keberadaanya.

Kehidupan di Kawasan Karst

Gua yang masih mengalami proses karstifikasi disebut gua aktif, gua ini umumnya memiliki stalaktit dan stalagmit yang mempunyai kilap khas yang sangat indah sehingga menarik untuk dijadikan salah satu tujuan wisata. Sedangkan gua yang proses kartisifikasina telah terhenti disebut gua fosil yang umumnya memiliki dinding dan atap yang relatif kering sehingga memungkinkan untuk menjadi hunian walet dan atau kelelawar.

Bahkan beberapa puluh ribu tahun yang lalu beberapa goa fosil telah dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat untuk mengekspreksikan dirinya dengan membuat berbagai gambar di dindingnya. Sisa kegiatan mereka juga banyak yang tertinggal di berbagai gua. Pada saat ini, diperkirakan masih banyak gua peninggalan sejarah yang belum ditemukan kembali, sedangkan yang sudah ditemukan belum tuntas dianalisis sehingga perlu dilakukan langkah langkah penyelamatannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *