Penyakit Leishmaniasis pada Kucing

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas mengenai Leishmania sebuah parasit dari kelas flagellata yang menyebabkan penyakit Leishmaniasis. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa penyakit ini selain dapat menyerang manusia juga dapat ditularkan ke kucing peliharaan kita atau sebaliknya dari kucing menularkan ke manusia.

Hal ini dikarenakan manusia merupakan hospes utama parasit sedangkan kucing, anjing dan hewan pengerat lainnya adalah hospes reservoirnya. Lalat Phlebotomus merupakan vektor yang menularkan parasit ini dari satu inang ke inang lainnya.

Morfologi dan Siklus Hidup Parasit

Morfologi parasit penyebab penyakit leishmaniasis ini terdiri dari 2 stadium yaitu stadium amastigot dan stadium promastigot. Stadium amastigot bentuknya bulat atau oval, berinti sel satu dan besarnya 2 – 3 mikron. Sedangkan stadium promastigot berbentuk kotak memanjang dengan 1 inti sel, 1 flagela dan 1 kinetoplas. Bentuk promastigot Leishmania ukurannya lebih besar yaitu sekitar 15 mikron.

Siklus hidup Leishmania adalah sebagai berikut :

  1. Stadium amastigot hidup di bagian bawah kulit kucing atau hospes lainnya dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  2. Dibawah kulit ini, stadium promastigot akan berkembang biak dengan cepat.
  3. Sebagian promastigot akan berubah menjadi amastigot yang kemudian akan menyebar ke bagian tubuh hospes yang lain serta menimbulkan kerusakan disana.
  4. Saat lalat Phlebotomus menghisap darah pada bagian yang terinfeksi parasit, stadium omastigot yang ada disana akan ikut terhisap.
  5. Didalam lambung lalat amastigot akan berubah menjadi promastigot. Stadium promastigot ini merupakan stadium infektif.
  6. Lalat akan menghisap darah kucing sehat atau hospes lainnya dan sekaligus menularkan penyakit leishmaniasis.

Gejala Klinis Penyakit Leishmaniasis Pada Kucing

Gejala klinis terhadap kucing yang terinfeksi infeksi parasit ini adalah sebagai berikut :

  1. Pada awal infeksi parasit anda akan menemukan nodul – nodul di tubuh kucing, terutama di bagian telinga.
  2. Saat infeksi telah cukup parah maka bagian tubuh kucing akan melepuh, melepuh  ini artinya stadium amastigot dari parasit telah menyebar dan membuah kerusakan di tubuh kucing.
  3. Kucing akan mengalami hiperglobulinemia yang diakibatkan masuknya parasit ke dalam hati kucing.

Pengobatan

Penyakit ini tidak dapat ditangani secara mandiri dan harus segera dibawa ke dokter hewan. Karena Jika tidak ditangani dengan cepat kucing dapat mengalami kematian diakibatkan penyakit ini dan tak jarang akan menularkannya juga kepada pemilknya. Walau begitu biasanya pada manusia, penyakit leishmaniasis ini terbatas menyerang jaringan kulit dan kadang – kadang menyerang selaput mukosa.

Biasanya dokter hewan akan meresepkan beberapa jenis obat yang digunakan untuk mematikan parasit ini. Obat yang sering digunakan untung mengobati penyakit leishmaniasis pada kucing adalah sodium stibogluconate dan amphotericin untuk membunuh parasit dan allopurinol untuk pemeliharaan. Selain itu perlu dilakukan pembersihan nodul – nodul yang ada ditubuh kucing guna mengeliminasi parasit yang ada pada kulitnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *