Penyakit Udang dan Pencegahannya

Penyakit udangPenyakit udang merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya udang dan dapat mengakibatkan kegagalan panen. Penyakit secara umum didefinisikan sebagai ketidaknormalan terhadap fungsi sebagian atau seluruh organ tubuh dikarenakan adanya gangguan faktor faktor abiotik / non-infectious disease (kualitas air, makanan dan lainnya) dan faktor biotik / infectious disease ( virus, jamur dan bakteri patogen).

Sumber Penyakit Udang

Sebelum membahas jenis jenis penyakit yang menyerang udang, marilah kita membahas terlebih dahulu sumber penyakit tersebut. Penyakit udang dapat memasuki tambak atau kolam pemeliharaan melalui salah satu atau kombinasi hal hal berikut ini :

  1. Benih
    Benih yang berasal dari tangkapan alam maupun dari pemijahan buatan dapat menjadi sumber penyakit. Densitas yang tinggi, kultur yang intensif dan stress memperbesar peluang infeksi viral dan dapat menyebar pada seluruh udang dalam waktu singkat. Benih hasil pembenihan udang sangat rentan terhadap penyakit, karena virus dapat diintoduksi dari induk maupun dapat menyebar melalui kontaminasi dalam ataupun antarunit hatchery.
  2. Sumber air
    Air  dapat menjadi sumber patogen. Partikel virus dapat menempel pada partikel organik maupun anorganik yang terdapat pada air. Penyakit dapat menyebar pada daerah dimana lebih dari satu tambak udang berbagi sumber air dan menggunakannya sebagai daerah pembuangan air.
  3. Organisme liar
    Organisme d sekitar tambak dapat menjadi penyebar patogen. Lebih dari 40 spesies crustacea berpotensi menyebarkan WSSV, sebagai cntoh kepiting.
  4. Burung dan Mamalia
    Patogen dapat menyebar melalui burung. Patogen TSV contohnya masih dapat bertahan dalam saluran pencernaan burung, sehingga memungkinkan penyebaran penyakit antar tambak. Walaupun belum diverivikasi, mamalia seperti tikus diduga dapat pula menyebarkan penyakit.
  5. Pakan
    Pakan yang berasal dari rucah ikan bisa menjadi salah satu jalan menyebarnya penyakit, sebab kemungkinan bisa terkontaminasi. Pakan pelet sejauh ini paling aman, mengingat virus dan bakteri patogen tidak dapat bertahan dalam proses produksinya.
  6. Manusia dan peralatan
    Manusia dapat menjadi penyebar penyakit udang bila sering berpergian antar ambak maupun antar lokasi pemrosesan udang.

Jenis Penyakit Udang

Beberapa penyakit udang yang sering dilapangan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur ataupun parasit.  Berikut dijelaskan secara ringkas beberapa penyakit udang potensial yang akhir akhir ini sering menimbulkan kerugian ada budidaya udang di tambak, gejala, serta upaya pencegahannya.

Bintik Putih / Bercak Putih

Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangan dari penyakit udang in sangat cepat. Dalam beberapa jam saja populasi udang dalam satu kolam dapat mati.

Jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya binting putih di cangkak (Carapae), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepting dan udang liar terutama udang putih.

Hingga saat ini belum ada oat yang efektif untuk penyakit udang ini. Oleh karena itu, tindakan pencegahan adalah langkah yang paling tepat. Upaya penanggulangannya dapat dilakukan antara lain dengan cara mengganti air secara rutin setiap hari minimal 5% dari total volume air tambak, penggunaan pakan harus dipantau secara ketat agar tidak menimbulkan penimbunan sisa makanan yang menyebabkan pembusukan, mengeluarkan tanah dasar tambak yang berwarna hitam dan berbau busuk dan mengisolasi daerah yang sedang terserang penyakit.

Udang yang terserang dalam keadaan perlu segera dilakukan tindakan pemusnahan dengan jalan pembakaran dan penguburan agar tidak menjadi sumber infeksi. Di samping cara penanggulangan diatas, dapat pula diempuh melalui peningkatan laju pemulihan selera makan yaitu hendaknya udang diberi pakan berupa diet dengan nomor pakan yang satu tingkat lebih rendah serta berkondisi baik.

Bintik Hitam / Black Spot

Penyakit ini disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV).

Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang.

Cara mencegahnya dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.

Kotoran Putih / Mencret

Penyakit ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam kolam.

Gejala penyakit in mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan udang, sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian.

Cara mencegahnya adalah dengan menjaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak / siphon secara rutin.

Insang Merah

Penyakit insang merah disebabkan oleh tingginya keasaman air kolam. Sesuai namanya penyakit ini mengakibatkan insang udang memerah.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan melakukan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.

Nekrosis

Nekrosis disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air kolam. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan / luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor.

Pencegahan

Cara mengatasinya adalah dengan penggatian air sebayak banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan penggantian kulit (molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.

Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu, perlakuan TON sangat diperlukan, baik pada saat pengolahan lahan mauun saat pemasukan air baru.

Penyakit Udang Gripis

Disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio sp., Pseudomonas sp., Myxobacterium sp., dan Flavobacterium sp.

Gejala dari penyakit ini adalah tubuh udang akan berwarna putih kecokelatan serta karapas, kaki jalan, kaki renang dan ekor udang akan mengalami kerontokan. Selain itu udang akan terlihat lemah dan nafsu makan berkurang.

Pencegahan penyakit udang gripis ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Perbaiki mutu air, pengaturan pakan dan pengaturan pada penebaran yang sesuai dengan kondisi lahan. Dapat pula dilakukan dengan cara memberikan antibiotik melalui pencampuran dengan telur ayam atau telur bebek mentah dengan perbandingan 1 butir telur + antibiotik untuk 10 kg pakan. Camuran antibiotik diaduk dengan akan dan dikeringkan di tempat yang teduh lalu ditebar ke dalam tambak.
  2. Dosis yang digunakan untuk penggunaan antibiotik ini adalah Terramycin 30 mg/kg pakan, Erythromycin 40 mg/kg pakan, Oxytetracyclin 40 – 50 mg/kg pakan dan Furanace 100 mg/kg pakan.
  3. Pemberian antibiotik dalam pakan dilakukan terus menerus selama 3 hingga 5 hari, kecuali untuk Furanace diberikan selama 14 hari.

Penyakit Kepala Kuning (Yellow Head Disease)

Penyakit ini disebabkan oleh virus YHV (Yellow Head Baculo Virus). Udang yang terserang penyakit ini warna tubuhnya akan menjadi pucat, insang, hepatopankreas akan berwarna kekuningan. Gejala klinis tersebut pada umumnya mulai tampak antara 50 – 70 hari setelah penebaran udang di kolam / tambak. Nafsu makan udang mula mula meningkat dalam beberapa hari kemudian berhenti sama sekali.

Sama seperti penyakit bintik putih, penyakit udang ini tidak dapat diobati, pencegahan dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan kolam dan juga mencegah sumber penyakit menulari udang yang sedang dibudidayakan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *