Penyakit Udang Vaname yang Sering Terjadi

udangDi era modern ini memang penambak lebih tertarik untuk mengembangkan budidaya udang vaname dibandingkan dengan jenis udang lainnya. Pasalnya selain memiliki ketahanan tubuh yang kuat terhadap serangan hama dan penyakit, udang vaname juga mampu tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Hal tersebut tentunya membuat para penambak akan lebih cepat untuk menerima hasilnya pula. Namun meski memiliki daya tubuh yang kuat, tetap ada saja penyakit udang vaname yang sering terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya adalah adanya interaksi yang sangat kuat antara lingkungan budidaya udang vaname dengan organisme penyebab penyakit seperti parasit.

Biasanya jenis penyakit ini disebabkan karena penyakit viral dan penyakit bacterial yang mana keduana berasal dari virus dan bakteri. Nah supaya pembudidayaan udang vaname yang Anda lakukan dapat mencapai masa panen yang optimal, tak ada salahnya untuk mengenali beberapa jenis penyakit yang kerap mengincar udang vaname seperti di bawah ini.

Macam-Macam Penyakit Udang Vaname yang Sering Terjadi

1. Penyakit Viral

Semua penambak udang vaname tentunya tak ingin hewan ternaknya diserang oleh hama dan penyakit yang mampu mempengaruhi keberhasilan saat masa panennya kelak. Namun terkadang interaksi yang kuat antara lingkungan budidaya dan microorganisme parasit terhadap proses pembudidayaan udang vaname mampu memicu terjadinya penyakit viral yang disebabkan oleh perkembangan virus.

Penyakit udang vaname jenis viral ini mampu menyebar dalam waktu singkat, bahkan mampu mematikan hampir 100% dari udang vaname yang Anda budidayakan. Hal tersebut terjadi tak lain dan tak bukan adalah karena adanya virus IHHNV (Infactious Hypodermal and Hematopoitic Necrosis Virus) HPV (Hepatopancreatic Parvolike Virus), MBV (Monodon Baculavirus), SEMBV (Systemic Ectodermal and Mesodermal), dan YHV (Yellow Head Virus).

2. Penyakit bakterial

Lain halnya dengan penyakit udang vaname jenis viral, penyakit jenis bacterial ini terdeteksi karena adanya kumpulan bakteri yang membuat penampilan fisik udang vaname menjadi berubah drastis.

Biasanya penyakit bakterial ini kerap menyerang anggota-anggota tubuh seperti insang hingga warnannya berubah menjadi hitam, penyakit ekor geripis yang mana membuat ekornya menjadi rusak, kaki putus, adanya bercak-bercak hitam diseluruh tubuh udang vaname, hingga perubahan warna hitam yang terjadi pada kulit dan ototnya. Nah perubahan fisik yang terjadi pada udang vaname ini diakibatkan karena adanya bakterial bernama Vibro sp.

Meskipun banyak sekali bahaya penyakit yang mengintai para penambak udang vaname untuk mengalakkan proses panennya. Namun di Indonesia sendiri tak semua virus dan bakteri penyebab penyakit tersebut berkembang dengan pesat. Hanya beberapa jenis penyakit udang vaname saja yang sering terjadi dan dialami oleh penambak di Indonesia. Diantaranya TSV, WSSV, IHHNV dan IMNV.

Dibalik kelebihan mengembangbiakan udang vaname, ternyata terselip beberapa bahaya yang mengintai tatkala proses pembudidayaan ini tak dibekali dengan pengetahuan dan tata cara budidaya yang baik dan benar. Maka dari itu informasi mengenai beberapa jenis penyakit udang vaname diatas, Anda bisa mengantisipasi bahaya yang bisa mengintai. Misalnya seperti menjaga kadar air tetap bersih dan memberikan jenis pakan vaname terbaik agar lebih sehat.

Nah itulah ulasan penyakit udang vaname yang wajib Anda ketahui sebelum memulai proses pembudidayaan udang vaname ini. Semoga memberikan manfaat dan ilmu pengetahuan baru bagi seluruh pembaca yang budiman. Jangan lupa share ke komintas ternak vaname yang Anda miliki ya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *