Pertumbuhan Bakteri

Pertumbuhan bakteriSebelum membahas mengenai pertumbuhan bakteri, hendaknya kita mengetahui arti dari pertumbuhan itu sendiri. Pertumbuhan diartikan sebagai penambahan dan dapat dihubungkan dengan penambahan ukuran, jumlah, bobot, masa dan banyak parameter lainnya dari suatu bentuk hidup. Penambahan ukuran atau masa suatu sel individu biasanya terjadi pada proses pendewasaan (maturasi) dan perubahan ini pada umumnya bersifat sementara (temporer) untuk kemudian dianjutkan dengan proses multipikasi dari sel tersebut. Multipikasi terjadi dengan cara pembelahan sel.

Pada individu bersel banyak seperti manusia, bila sel selnya membelah individunya menjadi bertambah besar sedangkan pada bakteri yang merupakan organisme bersel satu (uniseluler) pembelahan sel berarti bertambah banyaknya individu, jadi dalam hal ini pembelahan berarti multipikasi. Bakteri bermultipikasi secara aseksual dengan pembelahan sel, satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan dan seterusnya. Setiap keturunannya secara individua dapat melanjutkan proses reproduksi secara tidak terbatas dengan cara yang sama dengan induknya atau individu sebelumnya denga syarat tersedianya nutrisi dan energi yang cukup dan keadaan lingkungan sesuai dengan range ambang batas hidup bakteri tersebut.

Kebanyakan bakteri bermultipikasi dengan pembelahan biner melintang, yaitu pembelahan menjadi dua sel yang sama. Tidak semua faktor yang memprakarsai dan menguasai pembelahan sel ini diketahui dengan jelas.

Bentuk, Ukuran dan Pembelahan

Jika volume tiap sel bertambah lebih cepat dari daerah permukaanya, maka ukuran dan bentuk dari sel hidup mempunyai hubungan penting dengan nutrisi dan reproduksi tiap sel. Bila pertumbuhan bakteri sel bulat atau lonjong terjadi secara terus menerus, maka suatu saat akan sampai pada titip kritis dalam ratio volume sel (isi sel yang harus diberi makan) terhadap permukaan sel (membran sel) yang hanya menyediakan dan menyingkirkan sisa makanan. Jelas bila volume melampaui kesanggupan permukaan sel untuk menyediakan makanan dan mengeluarkan sisa untuk dibuang, hubungan yang semula menguntungkan antar permukaan sel dan isi sel harus diperbarui. Bila pembelahan mengurangi sampai titik minimum optmal yang sudah dipastikan seperti penambahan jumlah sel. itu sebabnya sel sel muda yang cepat tumbuhnya (misal ada fase eksponensial) cenderung bentuknya lebih ekcil dari sel sel yang tua atau dari sel yang tidak membelah (tidak aktif) atau dari sel sesaat sebelum membelah.

Evolusi sel sel silindris atau bentuk filamen dengan diameter seminimum mungkin dapat dianggap sebagai suatu langkah untuk mengatasi kesulitan yang disebabkan oleh hubungan volume dengan permukaan sel sel bakteri seperti yang ditemukan pada bentuk bulat.

Pertumbuhan bakteri tanpa pembelahan

Pertumbuhan bakteri tidak selalu berhubungan dengan pembelahan. Banyak spesies bakteri bentuk batang, disebabkan oleh banyak fakto faktor eksternal, gagal mengadakan pembelahan walaupun pembelahan bahan inti tetap terjadi. Pertumbuhan dinding, membran dan isi sel terus berlangsung. Hasilnya ialah bukan penambahan jumlah sel, tetapi terbentuknya filamen yang panjang dan tidak bersekat. Beberapa zat penghalang pembelahan sel ialah sabun dan garam garam empedu, radiasi ultraviolet, antibiotik, efek nutrisi dan mutasi. Faktor faktor ini menghambat pembentukan septrum, tetapi tidak menghambat pertumbuhan. Mekanismenya yang secara detail belum diketahui.

Tolak ukur pertumbuhan bakteri

Jumlah bakteri dalam bahan pemeriksaan dari alam bebas seperti tanah, air sungai dan sebagainya selalu berbeda. Hal ini disebabkan keadaan lingkungan yang selalu berubah. Dalam keadaan idea seperti biakan di laboratorium pada keadaan fisis dan khemis yang optimal dan seragam, secara beraturan perbedaan jumlah bakteri daat diramalkan sebelumnya dalam hubungan dengan hukum hukum biologi yang umum berlaku.

Pada umumnya, tolak ukur pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme uniseluler lain adalah hasil penambahan jumlah dalam hubungan dengan waktu Misalnya ke dalam medium yang berisi 50 ml bulyon steril dengan suhu 35 C ditanam setete cairan yang mengandung kira kira 10 sel bakteri yang biasanya ditemukan dalam usus, misalnya Escherichia coli. Bakteri ini diambil dari biakan persediaan yang sudah lama disiman di lemari es dan tidak aktif. Buyon yang telah ditanam itu dieramkan pada shu 35 C. Masalahnya sekarang ialah secara beraturan menghitung jumlah bakteri yang ditemukan selang waktu. Dengan demikian, diperoleh suatu kurva tumbuh. Menghitung bakteri dapat dilakukan dengan bermacam cara, langsung atau tidak langsung, menghitung jumlah total atau menghitung jumlah bakteri hidup.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *