Sifat dan Klasifikasi Jamur

JamurPada artikel kali ini saya akan membahas mengenai sifat dan klasifikasi jamur. Sebelumnya kita kenali dulu mengenai apa sih jamur itu. Jamur atau fungi adalah organisme eukariotik yang berbentuk satu sel atau benang benang bercabang cabang, mempunyai dinding sel selulose, khitin atau kedua duanya, mempunyai protoplasma yang mengandung satu atau lebih inti, tidak mempunyai klorofil, berkembang biak secara aseksual dan seksual. Dulunya jamur ini sering dikira sebagai bagian dari tumbuh tumbuhan.

Ilmu yang mempelajari jamur disebut mikologi (fikologi). Penyakit yang disebabkan oleh jamur menyerang manusia menimbulkan gejala pada kulit, rambut dan kuku disebut mikosa superfisial, sedangkan yang menyerang alat tubuh manusia bagian dalam (misalnya saluran pencernaan) disebut mikosa profunda.

Sifat Umum Jamur

Sifat jamur, sebagaimana hewan hidupnya memerlukan zat organik sebagai sumber tenaga, sehingga jamur digolongkan sebagai heterotrop bukan autotrop. Jamur menggunakan enzim yang merubah zat orgaik untuk pertmbuhannya, sehingga jamur selain heterotrop juga merupakan saprofit. Ia memperoleh karbohidrat dan zat organik lain berasal dari tumbuhan, binatang dan lainnya.

Klasifikasi Jamur

klasifikasi terbaru

klasifikasi terbaru sistem 3 domain

Dalam sistem klasifikasi lama jamur diklasifikasikan menjadi empat yaitu Ascomycota, Basidiomyxota, Zygomycota dan Deuteromycota. Tetapi itu dulu sekarang klasifikasi jamur masuk ke dalam domain eukariota dan dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Khamir (yeast), yaitu sel sel berbentuk bulat, lonjong atau memanjang, berkembang biak dengan membentuk tunas. Membentuk koloni yang basah da berlendir serta tidak bergerak. Ukuran khamir antara 5 – 10 mikron , 5 atau 10 kali dari bakteri.
  2. Kapang (mold), yaitu jamur yang terdiri dari hifa yang memanjang dan bercabang. Hifa dapat bersekat atau tidak bersekat. Anyaman dari hifa disebut miselium.
  3. Dimorfik (Dimorphic fungi) yaitu bentuk antara khamid dan kapang. Bentuk awalnya seperti khamir (yeast) dan membentuk tunas yang memanjang yang bertunas lagi pada ujungnya secara terus menerus sehingga berbentuk seperti hifa dengan sekat sekat. Dengan demikian disebut hifa semu. Hifa semu yang menyusun suatu anyaman, maka anyamannya disebut miselium semu.

Morfologi Jamur

Yang paling diperhatikan dari morfologi jamur adalah masalah hifa dan sporanya. Menurut fungsinya hifa pada jamur terbagi atas :

  1. Hifa vegetatif, yaitu hifa yang berfungsi untuk mengambil makanan guna pertumbuhanny.
  2. Hifa reproduktif, yaitu hifa yang berfungsi  membentuk spora, untuk reproduksi.
  3. Hifa udara, yaitu hifa yang berfungsi untuk mengambi oksigen.

Spora jamur dapat dibentuk dengan cara aseksual yang disebut talospora yaitu spora yang langsung dibentuk dari hifa reproduktif. Berdasarkan talosporanya jamur dapat dikelompokan menjadi :

  1. Blastospora, yaitu berbentuk tunas pada permukaan sel, ujung hifa atau pada sekat / septum hifa semu.
  2. Arthrospora, yaitu spora yang dibentuk langsung dari hifa dengan banyak septum yang kemudian mengadakan fragmentasi sehingga hifa tersebut terbagi  menjadi banyak arthrospora yang berdinding tebal.
  3. Kiamidospora, yaitu spora yang dibentuk pada hifa bisa di ujung atau terminal, apabila ditengah disebut interkaler dan apabila menonjol disamping disebut lateral. Diameter klamidospora tersebut lebih lebar dari hifa yang membentuk dan berdinding tebal.
  4. Aleuriospora, yaitu spora yang dibentuk pada ujung atau sisi dari hifa khusus yang disebut kondiofor. Spora ini uniseluler dan kecil sehingga disebut mikrokondiofora atau bisa juga multiseluler, besar atau panjang disebut makronidia.
  5. Sporangiospora, yaitu spora yang dibentuk di dalam ujung hifa yang menggelembung disebut sporangium. Spora ini dibentuk oleh dua sel atau hifa.

Sedangkan pada spora seksual, dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu :

  1. Zigospora, yaitu spora yang dibentuk oleh dua hifa yang sejenis
  2. Oospora, yaitu spora yang dibentuk oleh dua sel atau hifa yang tak sejenis
  3. Basidiospora, yaitu spora yang dbentuk pada basidium sebagai hasil penggelembungan dua jenis hifa.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *