Siklus Hidup Cacing Pita dan Jenisnya

Cacing pitaCacing pita merupakan cacing yang memunyai tanda tanda umum sebagai berikut : bentuk badan menyerupai pita, pipih dorsoventral, tidak mempunyai alat pencernaan atau saluran vaskuler, badan terbagi dalam ruas ruas (segmen, disebut proglotid) ujung badan di depan (anterior) terdapat alat perekat yang disebut scoleks.

Siklus Hidup Cacing Pita

Siklus hidup cacing pitaCacing pita merupakan cacing yang hidupnya sebagai parasit dan menyebabkan penyakit Taeniasis. Hospes cacing pita ini tergantung dari jenisnya, Taenia saginata hospesnya adalah sapi sedangkan Taenia solium hospesnya babi.

Siklus hidup dari cacing pita adalah sebagai berikut :

  1. Manusia terinfeksi karena memakan daging sapi / babi yang tidak dimasak dengan sempurna yang mengandung larva cacing.
  2. Di tubuh manusia ini  larva cacing akan masuk di usus halus dan kepala cacing pita (scolex) akan menempel di bagian dinding usus halus.
  3. Cacing akan tumbuh menjadi dewasa dan kemudian bertelur yang dilepaskan ke lingkungan.
  4. Telur akan berkembang menjadi larva onchosphere yang bisa termakan hewan (babi atau sapi).
  5. Cacing pita kemudian menginfeksi kedua jenis hewan ini dan larva cacing kemudian mengaitkan diri di dinding usus halus. Cacing pita kemudian menjadi dewasa dan bertelur, telur ada yang keluar melalui tinja.
  6. Telur bisa juga menetas pada usus halus, larva kemudian menembus dinding usus dan akan masuk ke dalam saluran getah bening atau darah. Larva akan mengikuti aliran darah serta akan menyebar ke seluruh bagian tubuh hewan termasuk pada dagingnya, yang bisa kembali dikonsumsi manusia dan menularkannya kembali ke manusia yang mengkonsumsi daging tersebut.

Itulah siklus hidup dari cacing pita, agar cacing pita tidak menginfeksi anda sebaiknya jangan mengkonsumsi daging dari sapi atau babi yang belum matang. Contohnya : Steak atau sate yang baru separuh matang. Dengan memasak daging secara matang maka akan memutus rantai siklus hidup cacing pita sehingga parasit ini tidak dapat menginfeksi kita.

Jenis Cacing Pita

Taenia saginata

Jenis cacing pita ini hospesnya adalah sapi. Taenia saginata panjangnya dapat mencapai 5 – 10 meter dan merupakan jenis cacing pita terbesar. Pada bagian kepala cacing ini terdapat 4 penghisap yang tidak memiliki kait. Tubuh bersegmen segmen yang disebut proglotid.

Taenia solium

Jenis cacing pita ini berukuran tidak kurang dari 2 – 4 meter bahkan kadang kadang 8 meter. Sebagaimana pada Taenia saginata, cacing inipun badannya terdiri atas scoleks, leher dan strobila terdiri dari 800 – 1000 ruas proglotid.

Scoleks cacing ini memunyai empat buah batil isap dengan resotelum yang mengandung da baris kait masing masih sebanyak 25 – 30 buah kait. Strobila terdiri dari rangkaian proglotid yang belum dewasa (immature) serta yang dewasa (mature) dan yang sedang mengandung (gravid). Bentuk gravid mempunyai ukuran panjangnya hampir sama dengan lebarnyal lubang kelamin letaknya bergantian selang seling (asimetris) pada sisi kanan atau sisi kiri strobila secara tidak beraturan.

Infeksi Cacing Pita Pada Manusia

Cacing dewasa yang berjumlah seekor biasanya tidak menyebabkan penyakit yang membahayakan. Penyakit justru disebabkan larva yang bisa menghinggapi jaringan mata, otat, otot jantung, hati, paru dan rongga perut. Gejala yang timbul akibat infeksi cacing ini adalah perut penderita terasa mual mual dan sakit, badan lemah serta nafsu makan berkurang atau menurun serta terasa gatal pada sekitar anus.

Sedangkan berat ringannya gejala infeksi tergantung pada jumlah larva, bentuk larva, umur serta letak larva tersebut apabila larva cacing pita ini sampai berada di otak penderita maka akan terjadi yang disebut dengan epilepsi (ayan), terasa sakit kepala dan muntah muntah. Sedangkan apabila larva berada dalam otot atau daging, maka akan mengganggu kerja jantung, otot pipi, lidah dan sebagainya. Oleh karena serangan cacing ini bisa berakibat fatal, maka sangat penting untuk memutus siklus hidup cacing pita ini dengan tidak memakan daging sapi atau babi yang belum dimasak sempurna.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *