Virus Tumbuhan dan Keunikannya

Apabila kita mendengar kata virus tumbuhan, langsung orang mengkaitkannya dengan penyakit yang menyerang tumbuhan. Hal ini memang beralasan, sebab virus merupakan salah satu penyebab penyakit, baik yang menyerang manusia, hewan maupun tumbuhan. Bagi tumbuhan yang terinfeksi oleh peyakit yang disebabkan oleh virus, sering kali tanaman tersebut tidak menampakkan gejala pada tubuhnya kalau sedang terkena penyakit. Hal ini dikarenakan gejala yang ditimbulkan oleh virus tumbuhan pada umumnya tidak tapak secara nyata.

Beberapa gejala yang tampak, terkadang sulit dibedakan dengan gejala yang ditimbulkan oleh adanya kekurangan hara atau nutrien, sehingga banyak orang yang mengira tanaman tersebut hanya kekurangan hara. Contoh gejala serangan virus  adalah menguningnya daun, kemudian adanya perubahan warna yang terjadi pada bunga maupun buah serta ada pula menguningnya tulang tulang daun dan lain sebagainya. Tipe gejala yang demikian ini, terkadang menjadikan virus disamping merugikan juga menguntukan, walau keuntungan tersebut tidak sebesar kerugian yang ditimbulkannya.

Apakah Virus Itu?

Virus bukanlah barang baru, sejarah penemuan virus telah dimulai sejak tahun 1982, sehingga sudah banyak banyak definisi tentang virus, salah satu definisi yang dikemukakan oleh Jones (1987) dalam bukunya yang berjudul Plant pathology menurut saya paling pas untuk menjelaskan tentang virus tumbuhan. Menurutnya virus adalah parasit yang terbentuk dari rangkaian satu atau lebih dari molekul asam nukleat dan terbungkus oleh suatu kulit yang terdiri dari protein atau lipoprotein serta dapat mengatur perkembang biakannya sendiri dalam inang yang sesuai.

Apabila ada satu pertanyaan tentang darimanakah virus itu berasal? maka pertanyaan tersebut identik dengan pertanyaan ketika pertama kali ditemukan mikroorganisme yang ada pada air hujan, air liur dan anggur, karena sama sama makhluk yang sangat kecil. Menurut Triharso (1994) bahwa virus berasal dari fragmen asam nukleat inang yang mulai bekerja secara otonom dan virus merupakan moyang dari mikroorganisme yang memainkan peran dalam evolusi kimiawi prabiotik. Memang definisi tersebut diatas sangatlah kompleks. Akan tetapi yang terpenting adalah bahwa virus merupakan organisme yag sangat kecil yang dapat beraktivitas dan aktivitas tersebut mendatangkan kerugian maupun menguntungkan, walau lebih banyak kerugiannya dibandingkan keuntungannya sebagai contoh saja virus yang menyebabkan penyakit tanaman padi sering mengakibatkan gagal panen.

Gejara Serangan Virus Pada Tumbuhan

virus tumbuhan

Tanaman yag terkena serangan virus mosaik

Infeksi pada serangan virus terhadap tanaman biasanya bersifat sistemik. Artinya serangan virus ini disebarkan melalui seluruh pembuluh pada inang, sehingga tidak akan tampak dari luar tanaman. Gejala serangan akan timbul atau tampak setelah kurang lebih 5 sampai 14 hari atau beberapa minggu setelah masuknya virus ke dalam bagian tanaman yang sedang berkembang.

Gejala penyakit virus dapat dikelompokkan menurut pengaruhnya terhadap pertumbuhan secara keseluruhan, warna, kandungan air, jangka hidup jaringan, bentuk organ, anatomi dan fisiologi tanaman. Gejala yang tampak pada tanaman adalah :

  1. Kemunduran pertumbuhan
    Gejala ini merupakan gejala penyakit yang lazim terjadi. Dari segi ekonomi, gejala ini termasuk gejala yang paling penting karena penyakit ini mengurangi angka hasil yang sangat besar.
  2. Deviasi warna
    Gejala ini tampak jelas pada daun yaitu adanya perubahan warna pada daun. Perubahan warna ini mungkin juga akan tersebar ke seluruh bagian organ atau ke seluruh tanaman.
  3. Kekurangan air
    Kekurangan air ini karena transpirasi yang berlebihan atau suplai air yang terganggu. Hal ini akan menyebabkan layu dan akhirnya tanaman menjadi mati
  4. Nekrosis
    Yaitu  kematian sel setempat dengan cepat. Gejala ini dicirikan oleh luka setempat pada bagian daun
  5. Malformasi
    Gejalanya adalah cacat pada tanaman atau organ tanaman
  6. Deviasi anatomi
    Yaitu penyimpangan organ bagian dalam tanaman
  7. Deviasi fisiologi
    Yaitu penyimpangan proses fisiologi tanaman

Pengendalian Virus

Bagi tanaman yang ada di lapangan dan terserang virus, biasanya masih belum ada cara penyembuhan secara langsung. Walaupun sudah ada hasil penelitian yang menggunakan zat agen kemoterapi, akan tetapi penggunaan dari zat kimia ini akan berpengaruh pula pada kerja dari metabolisme tanaman inang. Kondisi ini tentunya akan berpengaruh pula pada pertumbuhan tanaman itu sendiri. Tindakan alternatif yang dapat dilakukan apabila tanaman yang terserang masih sedikit, maka tanaman yang terserang virus itu dicabut dan dibakar agar membunuh semua virus yang telang menjangkit tanaman itu.

Cara lain yang terbaik yaitu dengan mencegah jangan sampai tanaman terinfeksi oleh virus. Caranya antara lain

  1. Menghilangkan atau menghindari sumber infeksi virus
  2. Mengendalikan vektor virus yang biasanya dari golongan insekta
  3. Mengurangi penyebaran oleh manusia yaitu dengan jalan sanitasi pada alat alat pertanian yang akan dan habis dipakai
  4. Apabila ada varietas tanaman yang tahan terhadap serangan virus, sebaiknya menggunakan tanaman tersebut

Keunikan dan Keuntungan Serangan Virus Pada Tanaman

Seperti telah disebutkan di atas bahwa infeksi  penyakit yang disebabkan oleh virus pada tanaman adalah bersifat sistemik artinya jalannya infeksi melalui sistem pembuluh pada tanaman dan salah satu gejala yang tampak adalah perubahan warna pada bagian tanaman. Ada beberapa kasus pada perubahan warna, yang menjadikan tanaman yang terinfeksi tersebut seperti berpenampilan baru dan penampilan tersebut ternyata menjadikan tanaman tersebut indah atau unik untuk dilihat.

bunga tulip terserang virus

Bunga Tulip yang terserang virus TBV (Tulip Breaking Virus)

Khususnya bagi penggemar tanaman hias, perubahan ini mempunyai daya tarik tersendiri. Ada keuntungan yang dirasakan oleh petani khususnya tanaman hias dengan terjadinya perubahan warna pada daun dan bunga ini. Salah satu contoh terjadi di belanda yaitu pada bunga tulip yang terserang oleh virus. Bunga yang terserang virus ini warna bunganya menjadi pecah. Dengan pecahnya warna dari bunga tulip tersebut, terkesan bahwa bunga tulup tersebut seperti jenis bunga tulip baru. Dampaknya menjadikan harga bunga tulip tersebut menjadi mahal dan petani bunga banyak mengambil keuntungan dari kasus tersebut.

Keuntungan lain yang diperoleh dari kasus serangan virus tumbuhan terjadi juga di jepang yaitu pada tanaman hias jenis Abutilon striatum var spurium. Dengan adanya perubahan warna pada tulang tulang daunnya, menampakkan tanaman tersebut seperti jenis tanaman bar. Yang pada akhirnya tanaman tersebut sempat dikembang biakkan untuk mencukupi permintaan dari negara negara barat.

Mungkin tanpa kita sadari kejadian ini juga terjadi sekitar kita. Tanaman yang kita beli atau dijual di penjual tanaman yang kita kira jenis baru, ternyata jenis lama yang terserang oleh virus. Yang terpenting sekarang adalah asalkan serangan virus itu tidak berbahaya bagi tanaman, tidak perlu dirisaukan karena justru malah menambah cantik dalam penampilannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *